Skip to content

Wisata Kuliner yang Mak Nyuzzzz….di Bekasi

January 4, 2010

Makanan khas Bekasi

BEKASI 3/1/2010- Dalam seluruh siklus kehidupan manusia, ada satu kegiatan yang tidak pernah terlewatkan. Apa itu ? Urusan makan. Dalam satu hari minimal ada satu jenis makanan yang masuk dalam perut kita. Bagi yang punya banyak uang, makan dalam sehari bisa berkali-kali dengan menu yang berbeda.

Bekasi punya banyak tempat kuliner dengan menu yang berbeda-beda. Di mana tempat yang cocok untuk makan siang di Bekasi ? Ada beberapa tempat makan yang perlu anda ketahui dan menunya juga beragam. Pokoknya dijamin mak nyuzzzzz, tergantung berapa budget dalam dompet.

Ada beberapa tempat yang bisa dijadikan tempat kuliner. Salah satu yang bisa menjadi pilihan adalah rumah makan sepanjang Jalan Kemakmuran. Di sini tersebar berbagai ragam dan jenis rumah makan, mulai dari kelas emperan sampai kelas VIP ada di sini. Menemukan  Jalan Kemakmuran tidak lah sulit dan tidak terlalu jauh dari pusat kota Bekasi (sekitar Jalan Ahmada Yani). Umumnya makanan yang disajikan bukan masakan khas Bekasi.  

Read more…

Advertisements

Yahudi (memang) hanya untuk Yahudi

January 3, 2010
tags: ,

www.otokun.netSUATU hari, ketika perjalanan pulang dari kantor menuju Bekasi, saya mendengar sebuah renungan yang disiarkan oleh Radio Dakta 107 FM tentang seorang Yahudi yang sedang menginap di sebuah hotel berbintang 5. Renungan yang dibawakan oleh ustad muda, Bagus Hernowo, sangat menyentuh hati saya. Ini lah yang mendorong saya menceritakan kembali renungan tersebut. Mudah-mudahan bisa menjadi pelajaran berharga bagi siapa pun. (Tulisan di bawah ini tidak persis sama dengan yang diucapkan oleh Ustad Bagus. Lebih banyak improvisasi dari penulis).

Ustad Bagus menceritakan  kisah seorang Yahudi yang sedang diburu waktu untuk menghadiri sebuah pertemuan bisnis yang sangat  penting. Yahudi ini kemudian memanggil pegawai hotel agar dicarikan sebuah taksi. Dengan sigap pegawai hotel memanggil sebuah taksi yang paling baik pelayanannya.

Read more…

Ini Dia (Calon) Pemimpinku: AYU AZHARI

January 3, 2010

Sang Calon Wakil Bupati

SUATU hari, seorang teman memposting sebuah tulisan dari sebuah media on line yang memberitakan artis Ayu Azhari mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati (Wabup). WOW….itulah reaksi awal ketika membacanya. Selama ini, Ayu Azhari lebih banyak dikenal sebagai artis yang kontroversial di beberapa filmnya. Bahkan beberapa kawan sekantor menyimpan foto Ayu Azhari yang berani “membuka” dirinya dan tentu saja bajunya juga. Tidak sedikit gambarnya beredar di berbagai majalah dewasa dan dunia maya dengan pose yang “menantang” (entah itu asli atau rekayasa photoshop).

Ayu Azhari bukan lah artis yang pertama terjun di dunia politik. Sebelumnya sudah banyak artis yang menjadi anggota DPR, dan Kepala Daerah, seperti Ajie Masaid, Dede Yusuf, Qomar, Rano Karno, dll. Fenomena artis politisi ini mulai marak pada era Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Langsung dan Pemilihan anggota Legislatif 2009, sebagian ada yang berhasil, tapi tidak sedikit pula yang gagal.

Menurut pandangan saya yang a-politik, fenomena artis masuk gelanggang politik tidak  perlu diperdebatkan panjang lebar. Artis adalah sama saja dengan warga negara lainnya yang memiliki hak sebagaimana dijamin oleh UUD. Mereka mempunyai hak yang sama untuk memilih dan juga dipilih sebagai pemimpin.

Read more…

Anggodo, Sang Pahlawan

January 3, 2010

Anggodo Sang JawaraMAKAN siang tanggal 9 desember 2009 adalah hari yang sangat berkesan bagi saya. Ketika jam 12 tiba,  bersamaan waktu dengan para aktivis anti korupsi yang berbondong-bondong ke lapangan Monas, kami pun bergerak. Namun, jalan yang ditempuh sungguh berbeda. Kami tidak ke Monas melainkan ke warung makan (Pimpinan  tidak mengijinkan kami keluar karena berpegang teguh pada info dari pa esbeye, bahwa hari itu akan terjadi kerusuhan).

Seperti hari-hari sebelumnya, makan siang menjadi ajang diskusi tentang isu terkini yang terjadi di jagat perpolitikan Indonesia. Tema diskusi hari itu sama dengan tema yang diusung oleh kawan-kawan aktivis di Monas, yaitu soal pemberantasan korupsi.

Perdebatan berdurasi satu jam ini, lebih seru dibandingkan acara di televisi yang selalu disela break commercial. Semua peserta makan siang bisa menjadi pembicara dan tidak ada moderator (atau admin…maaf ! sok usil) yang akan menghambat “hak berpendapat” yang dijamin oleh UUD 1945 itu.

Read more…

Nah….Ini Baru Bekasi-ku

January 2, 2010
tags:

BEKASI– Setiap hari Jumat, ketika sebagian warga Bekasi masih terlelap tidur saya sudah meluncur ke arah Jalan Agus Salim, markasnya Radio Dakta 107 FM. Pas jarum panjang menunjukkan angka 6, saya pun sudah siap di depan mike dan Mas Dani mulai bercuap-cuap membuka acara khas “Dialog Pagi” yang membuka ruang bagi pendengar untuk melakukan reportase mengenai berbagai isu. Mungkin ini yang sering dikatakan oleh orang-orang pinter (yang jelas bukan dari golongan perdukunan atau teman-temannya Mama Lorent)  dengan istilah citizen journalism atau jurnalisme warga.

Hari Jumat di minggu terakhir bulan Desember 2009, merupakan hari yang paling spesial bagi saya, karena dua hal. Kahiji, ini merupakan hari pertama di tahun 2010. Suasana lengang libur Tahun Baru sangat terasa  sepanjang perjalanan dari rumah ke studio. Walau di banyak sudut jalan, sampah menumpuk, karena petugas banyak yang libur Tahun Baru. Kadua, nara sumber yang membuka lembaran baru tahun 2010 adalah kawan-kawan yang tergolong manusia-manusia cerdas di atas rata-rata. Sebuah kehormatan luar biasa karena yang datang adalah tokoh terkemuka bloger Bekasi Mas Aris  Heru Utomo dan admin www.bloggerbekasi.com, Mas Irfan.

Read more…

Sentra Tanaman Hias di Bekasi

January 2, 2010

Plang selamat datang berdiri dengan megah...entah apa masih ada ?Mungkin masih banyak warga yang tidak tahu bahwa selama ini ada sentra tanaman hias di Kota Bekasi. Lokasinya  tidak jauh dari pusat kota. Tepatnya di wilayah Kelurahan Mustikasari.  Biasanya kalau saya mau ke Mustikasari selalu mengambil arah ke perumahan Narogong. Tidak sampai 5 menit kita akan melihat lapak-lapak tanaman yang dipajang di pinggir jalan.

Kalau mau yang lebih komplit dan tentunya lebih murah, kita perlu bersusah payah sedikit masuk ke jalan-jalan kecil perkampungan petani dan membeli langsung dari kebun. Tidak hanya tanaman, pot-pot yang artistik dan berbagai pelengkap lainnya juga tersedia di sini.Menurut testimoni para tetangga yang pernah menjadi korban bujuk rayu saya, harganya relatif lebih murah dan variasi tanamannya pun serta kualitasnya tidak kalah dengan yang lainnya.

Read more…

Bekasi-ku, Terang Terus

January 2, 2010
tags: ,

Foto diambil ketika jl Ahmad Yani sedang dalam proses perbaikan besar-besaranPADA pertengahan Agustus 2009, saya diminta untuk memimpin sebuah Tim Kajian Survei Potensi dan Kondisi Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kota Bekasi. Salah satu tugas tim adalah mengevaluasi kinerja PJU dan hasilnya akan menjadi rujukan bagi Pemerintah Kota dalam mendesain lampu PJU.

Tentunya, tawaran ini tidak saya tolak. Kata pa ustadz yang sering ceramah di mesjid, menolak rezeki adalah perbuatan yang tidak baik. Lagi pula, honornya bisa untuk beli buku dan menambah biaya kuliah semester depan. Lumayan bisa sedikit bernafas lega selama 6 bulan.

Dengan bermodalkan GPS, kemudian Tim yang terdiri lima orang mulai melakukan pemetaan titik PJU di seluruh pelosok kota. Ada sekitar 16.000 titik PJU yang harus disurvei. Sebagian besar tiang PJU tersebar di berbagai jalan raya. Sedangkan bagi warga perumahan atau perkampungan, harus sedikit bersabar karena tidak semua perumahan dapat menikmati PJU di malam hari.

Read more…