Skip to content

Gedung Juang (sudah) lama Menangis

January 12, 2010

Gedung ini oernahmenjadi saksi sejarah perjuangan heroik rakyat bekasi

 PADA hari selasa, 12/1/2010, saya dan Bang Khoer diundang untuk menyaksikan pagelaran kecil dari Kelompok Seniman Jalanan (KSJ). KSJ adalah sebuah komunitas yang terdiri dari para pengamen jalan yang sering beroperasi di bis-bis atau angkot sekitar Tambun. Mereka sering juga disebut sebagai seniman jalanan. Pagelaran seni ala jalanan ini diselenggarakan di teras depan Gedung Juang yang terletak di jalur yang terkenal kesemrawutan lalu lintasnya.

Di zaman kemerdekaan, gedung ini pernah menjadi saksi bisu heroisme rakyat Bekasi yang meregang nyawa dan berkubang darah, mempertahankan sejengkal demi sejengkal tanah yang bernama Indonesia. Keberanian para pejuang ini lah yang kemudian menjadikan Bekasi diberi label Kota Patriot. Patriot adalah bentuk penghargaan terhadap rakyat Bekasi saat itu yang berani menentang arus sejarah kolonialisme.

Bagaimana nasibnya sekarang ? Ternyata kebesarannya hanya menjadi cerita masa lalu. Kini, gedung bersejarah ini menjadi pusat kerajaan hewan malam yang bernama kelelawar alias kalong. Ribuan kalong berterbangan seolah mengejek ketidakpedulian anak bangsa, yang cenderung berkutat dengan kepentingannya masing-masing. Bau menyengat dari kotorannya, menjadi cerita yang tidak sedap didengar. Baunya hanya kalah sedikit dari bau aroma korupsi yang semakin merajalela  akhir-akhir ini

Adakah yang peduli ? Bersyukurlah, ternyata masih ada anak bangsa yang peduli. Mereka adalah anak-anak jalanan, begitulah mereka dipanggil. Dengan pandangan sebelah mata dan cibir sinis dari orang-orang yang lalu lalang, mereka mencoba sesuatu yang sudah dilupakan banyak orang yaitu berkorban. Mereka korbankan waktu mengamen yang hanya menghasilkan uang recehan menurut ukuran kita dengan membersihkannya setiap hari Selasa dan Jumat. Mereka hanya mampu membersihkan lantai di teras depan saja, karena tangan-tangan mereka tidak lagi kuat mengangkat kotoran hewan yang tebalnya hampir 5 cm lebih.

Kini, Gedung Juang telah menjadi saksi merebaknya virus yang menyerang memori anak bangsa saat ini yaitu mempertahankan kekuasaan jauh lebih penting ketimbang mempertahankan warisan para pejuang bangsa. Ini lah virus yang menguasai makna kebangsaan saat ini, kalau senang sendiri-sendiri kalau susah sama-sama alias orang lebih senang mengedepankan kepentingannya daripada berkorban untuk orang lain. Berkorban adalah kata yang sangat mahal untuk diwujudkan.

Bergabung dengan anak-anak KSJ memelihara salah satu warisan besar pejuang Bekasi bukan lah perbuatan yang sia-sia. Bersama kita bisa, begitulah SBY sering berkata-kata. Saya bukan lah seorang tokoh berpengaruh, juga bukan pejabat yang punya otoritas, apalagi menjadi anggota dewan terhormat, saya hanyalah seorang warga biasa yang tidak memiliki kekuatan apa pun. Saya hanya bisa menulis dan mewacanakannya, tanpa memiliki kemampuan untuk berbuat banyak.

Namun saya yakin, siapa pun yang peduli dengan kondisi kekinian Gedung Juang ! Insya Allah masuk surga, walaupun hanya di pinggirannya saja. Apalagi berbuat lebih dari pada itu, para bidadari pun akan bersabar menunggu kedatangan kita.

Menulis adalah selemah-lemahnya iman perjuangan. Tapi, itu lebih baik daripada tidak peduli sama sekali.

Salam dari Kemang Pratama 2, Bekasi

 

gedung ini sampai sekarang masih kokoh berdiri, menunjukkan kualitas bangunan yang paripurna

Dari luar terlihat kokoh, namun begitu masuk ribuan kalong berterbangan. Kotorannya pun menyapu lantai tangga

KSJ meemcahkan kesunyian gedung ini. Mereka rajin berlatih setiap hari selasa dan jumat. Gedung ini juga dimanfaatkan sebagai markas Pemadam Kebakaran.

2 Comments leave one →
  1. January 18, 2010 5:24 am

    huaaa sayang banget ya ada bangunan bagus gini diterlantarkan?
    baru pertama kali mampir dimarih🙂

    • January 18, 2010 8:16 am

      iya mbak…ini lah salah satu bentuk ketidakpedulian bangsa ini terhadap peninggalan sejarah
      sering-sering mampir mbak biar silaturahim nyambung teruzzzzzz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: