Skip to content

Memanusiakan Sekolah

January 6, 2010

Folder SEKOLAH BUTUT

KEMANG PRATAMA, 7/1/2010- Ketika sedang mencari bahan-bahan refrerensi untuk makalah seminar dengan browsing di internet, saya buka explorer untuk menulis new folder sebagai ruang menyimpan file-file yang dibutuhkan. Tiba-tiba, mata saya tertuju pada sebuah sub-folder yang diberi nama “SEKOLAH BUTUT”.  Folder ini sudah ada sejak tahun 2004 dan isinya adalah gambar-gambar sekolah yang kondisinya tidak lebih baik dari rumah hewan peliharaan. (Maaf kalau terlalu sarkasme)

Gambar sekolah tersebut saya jepret dari beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Bekasi.  Sebuah wilayah yang tidak terlalu jauh dari ibukota Jakarta.

Melihat gambar-gambar ini, saya teringat sebuah kejadian yang tidak pernah akan saya lupakan. Suatu malam di tahun 2004,  HP  berdering kencang dan nomor yang nongol tidak saya kenal. Betapa kaget, ternyata yang menelepon adalah ajudan Bupati Bekasi yang saat itu dijabat oleh Saleh Manaf. Sang ajudan mengatakan bahwa Pa Saleh mengundang saya untuk berdiskusi tentang pembangunan Bekasi ke depan.

Setelah bertemu dan berdiskusi panjang lebar, Pa Saleh miminta saya untuk menjadi bagian dari tim yang akan menyusun program masa depan Bekasi. Tanpa pikir panjang saya pun mengatakan ”ya”. Sebagai seorang peneliti tentunya ajakan langka tersebut harus disambut dengan berbangga hati. Apalagi yang meminta seorang bupati. Wow…tersanjung ke sepuluh. Sebagai langkah awal, saya minta izin untuk berkeliling agar memperoleh gambaran singkat tentang apa yang dibutuhkan masyarakat saat itu, kira-kira dalam istilah comdev disebut needs assessment, gitu lah !

Setelah berkeliling selama berminggu-minggu, akhirnya saya sodorkan usulan program yang diberi judul ”Rehabilitasi dan Revitalisasi Pendidikan Dasar”. Mengapa program pendidikan yang dipilih ? karena pendidikan yang baik adalah pintu masuk ke arah peradaban manusia. Tanpa pendidikan yang baik, omong kosong kita bisa bersaing dengan bangsa lain.

Program pendidikan tidak hanya perbaikan sarananya saja, tapi juga menyangkut sistem dan manajemen serta perbaikan kesejahteraan guru-gurunya. Karena sumber dana pemerintah daerah yang terbatas, maka diusulkan juga program ”Bapak Angkat Industri untuk Sekolah”.

Kegiatan industri yang marak di Bekasi, semestinya tidak hanya sekedar menampung tenaga kerja saja, tapi juga memiliki nilai manfaat lain bagi masyarakat sekililingnya. Inilah yang dinamakan corporate social reponsibility (CSR). Industri dilibatkan untuk membantu sekolah-sekolah rusak yang berdampingan dengan kegiatan industri.

Sampai detik ini saya tidak tahu persis bagaimana kelanjutan program pendidikan yang digagas oleh Pa Saleh. Karena beliau sendiri tidak sempat melanjutkan karena diberhentikan jabatannya berdasarkan keputusan MK setelah dua tahun lebih mengabdi sebagai bupati. Apakah sekolah-sekolah tersebut sudah lebih baik atau tidak ? I don’t know. 

Saya sendiri belum sempat  memonitor dan mengevaluasi lebih lanjut. Tentunya saya berharap, Kabupaten Bekasi di bawah kepemimpinan Pa Sa’adudin sebagai Bupati yang baru (yang saya kenal juga sangat peduli dengan pendidikan, apalagi beliau seorang ustadz sekaligus mantan guru), kondisinya jauh lebih baik dari yang terdahulu.

Beberapa gambar saya posting di bawah ini dengan maksud tidak untuk menjelek-jelekan sistem pendidikan kita. Tapi sebagai bahan intropeksi diri dan mudah-mudahan ada yang bisa dilakukan oleh para bloger, walaupun tidak banyak. Tapi yang penting telah berbuat.

Gambar Kondisi Pendidikan sekitar Tahun 2004

Kondisi salah satu sekolah di Kec. Pebayuran tahun 2004

Kondisi beberapa sekolah di Kec. Cibitung yang dikenal sebagai daerah industri tahun 2004

Kondisi tahun 2004. Beberapa sekolah di wilayah Cikarang. Di sini banyak diangun industri bertaraf international.

Ini bukan kolam ikan, tapi banjir di halamn sekolah. Mungkinkah akan dihasilkan generasi pintar dari sekolah seperti ini ?

tidak semua jelek, ada juga beberapa yang bagus. Tapi untuk sekolah, semuanya mesti bagus. Tul nggak ?

3 Comments leave one →
  1. yayan permalink
    January 6, 2010 5:15 am

    gambar-gambar ini sepertinya bukan di bekasi, tapi di negeri antah berantah kali yeh……!!!!!!!?????????? Lah, wong daerahnya hanya berapa meter dari istana negara…….ironis memang……..miris memang….bikin malu emang….!!!!!

  2. January 11, 2010 1:48 pm

    ya, berbuat itu yg penting. besar kecil relatif….apa yg sudah kt perbuat???????????????????

    • January 12, 2010 4:16 am

      ada, minimal menulis….hehehehe. tapi kata ardy marsaid dalam sajak negeri bedebah, itu adalah selemah-lemahnya iman perjuangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: