Skip to content

Membangun Sistem Kepartaian

November 14, 2009

Membangun sistem kepartaian yang mapan merupakan bagian penting konsolidasi demokrasi yang tengah dibutuhkan saat ini. Namun, jika ada banyak partai, tetapi sebagian besar hanya mampu menjalankan fungsi dan memainkan peran secara minimal, ini hanya menandakan lemahnya sistem kepartaian di mana partai-partai itu eksis. Karena itu, makna keberadaan suatu partai bukan diukur dari kemampuannya memenuhi syarat-syarat formal pendirian partai, tetapi dari kemampuannya menjalankan fungsi dan memainkan peran selayaknya sebagai suatu partai politik.

Dari sisi pragmatis, kemampuan ini ditunjukkan dalam kesanggupan partai tidak hanya dalam mengajukan calon, tetapi juga dalam menempatkan calon untuk jabatan publik. Mengajukan calon dan menempatkan calon dalam jabatan publik jelas merupakan dua hal yang berbeda. Pengalaman Pemilu 1999, banyak partai mampu mengajukan calon, tetapi gagal menempatkan calon dalam jabatan publik.

Dari sisi prinsipiil, kemampuan itu harus ditunjukkan dalam kesanggupan partai mengorganisasi dan menggerakkan warga negara, menyatukan berbagai kepentingan, menformulasi kebijakan publik, dan bertindak sebagai penghubung penting antara warga negara dan negara. Rasanya, bahkan partai-partai besar yang ada di negeri ini sampai kini belum sepenuhnya membuktikan kemampuan mereka dalam hal ini.

Partai dengan peraturan dan struktur organisasi yang relatif stabil juga menjadi ukuran untuk sistem kepartaian yang kuat. Ini ditandai dengan kemampuan partai menyelesaikan masalah-masalah internalnya, baik yang bersifat vertikal maupun horizontal, secara damai. Jika konflik internal partai berakhir pada eksodus sebagian fungsionaris dan anggotanya, dan pada perpecahan organisasi, jelas partai itu gagal memiliki peraturan yang disepakati bersama dan gagal membangun struktur organisasi yang kokoh. Oleh karena itu untuk membangun kontinyunitas,  suatu partai politik perlu melakukan kaderisasi.

Semangat pelaksanaan otonomi daerah pada saat ini tampak semakin menguat di daerah, terutama bagi daerah yang tingkat kesadaran masyarakat dan pemerintahannya akan kemampuan dan potensi sumber daya daerahnya yang besar. Tentu saja tidak semata-mata hanya dengan argumentasi yang optimistis dan berdasarkan kenyataan kemampuan sumber daya itu saja, akan tetapi juga terkait dengan berbagai latar belakang sejarah masa lalu yang pada intinya bertumpu pada rasa ketidakadilan dan ketertindasan yang telah menjadi traumatik masyarakat di daerah. Demikian juga selain itu bahwa semangat pelaksanaan otonomi daerah bagi masyarakat di daerah, sedikit banyak dipengaruhi adanya kebangkitan eforia politik yang mewarnai era reformasi bangsa saat ini.

Meningkatnya dinamika politik lokal menandakan adanya kehidupan demokratis yang sedang dibangun di daerah. Namun, dalam titik ini yang perlu dicermati adalah tinggi rendahnya dinamika politik akan sangat tergantung dari kualitas aktor politik. Tuntutan yang semakin tinggi dari masyarakat dalam menyampaikan dan memperjuangkan aspirasinya perlu diimbangi dengan semakin berkualitasnya partai politik dalam merespon dinamika yang terjadi.  Oleh karena itu partai politik perlu meyiapkan kader-kadernya dalam menjaga agar sistem politik di daerah tetap kondusif bagi perkembangan demokrasi.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: