Skip to content

Pindah Rumah

February 2, 2010

untuk melihatnya silahkan klik  http://www.harunalrasyid.com

Mau Dibawa Kemana Negeri Ini ?

January 27, 2010

Ketika mengantar anak mencari buku di TB Gramedia, saya tertarik dengan tumpukan buku baru yang berjudul ”Awakening the Giant”. Buku yang ditulis oleh Munawar Fuad,  menceritakan  perjalanan penulisnya ke berbagai negara dan interaksinya dengan berbagai tokoh di negara yang dikunjunginya.

Buku ini mengilhami saya untuk mengekspresikan perasaan yang sudah lama terpendam melihat negeri yang dicintai sekarang berada di pinggiran kegalauan (on the brink of chaos) –meminjam istilah MT Zen–. Raksasa yang masih tertidur dengan mimpi-mimpi buruknya. Itu lah imajinasi saya ketika membaca lembar demi lembar buku tersebut.

Negeri ini seolah-olah tidak pernah beranjak dari berbagai mimpi buruk, mulai dari bencana alam sampai isu politik dan hukum. Semua energi positif anak bangsa terkuras mengikuti drama politik yangmenjemukan. Energi kreatif seakan lenyap tertelan berbagai isu yang terkesan tidak jelas di mana akan berakhir. Bahkan program 100 hari SBY Boediono yang seharusnya menjadi landasan 5 tahun ke depan tidak lagi berarti apa-apa. Lantas mau dibawa ke mana negeri ini ?

Read more…

Awakening the Giant

January 21, 2010

HARI Rabu tanggal 20/01/2010, pukul 10.00 WIB merupakan hari yang sangat special bagi saya. Bukan karena paduan angka 20.01.2010.10.00, yang konon menurut feng shui merupakan paduan angka yang hokie. Tapi, karena saya diundang  untuk menghadiri sebuah diskusi inspiratif yang diselenggarakan oleh  Jababeka Multi Cultural Center (JMCC) dan Indonesia Movieland di Kawasan Industri  Jababeka.

Mudah-mudahan dari sini muncul karya sineas terkemuka bukan ala sinetron punjabisme yang miskin inovasi dan miskin moralitas

Read more…

Dibalik Nikmatnya Es Sakoteng dan Siomay Mang Dede

January 19, 2010

Gerai Es Sakoteng dan Siomay Mang Dede di Indomaret Kemang Pratama

Bagi anda yang pernah tinggal, atau menjadi mahasiswa di Bandung dan senang keluyuran mencari makanan khas, tentunya akan ingat dengan Es Sakoteng dan Siomay Oyen di jalan Sukajadi. Es Sakoteng dan Siomay ini pernah diliput oleh Bondan Winarno yang terkenal dengan perkataan mak…nyus-nya.

Bagi yang tinggal di Bekasi tidak perlu jauh-jauh datang ke Bandung untuk menikmati Es Sakoteng dan Siomay Oyen. Salah satu gerainya ada di Ruko Kemang Pratama, depan Indomaret yang bersebrangan dengan Sekolah Al Azhar dan Marsudirini.

Namanya tidak lagi Oyen tapi sudah diganti dengan Es Sakoteng dan Siomay Mang Dede. Tapi soal rasa tidak kalah dengan Es Sakoteng dan Siomay Oyen. Mang Dede adalah salah satu keturunan yang mewarisi keahlian Mang Oyen dalam mengolah masakan yang sangat terkenal di saentero Bandung. Harganya pun dijamin tidak akan menguras isi kantong, hanya dengan Rp. 15 ribu kita sudah dapat menikmati lezatnya es sakoteng dan siomay khas Bandung.

Read more…

Gedung Juang (sudah) lama Menangis

January 12, 2010

Gedung ini oernahmenjadi saksi sejarah perjuangan heroik rakyat bekasi

 PADA hari selasa, 12/1/2010, saya dan Bang Khoer diundang untuk menyaksikan pagelaran kecil dari Kelompok Seniman Jalanan (KSJ). KSJ adalah sebuah komunitas yang terdiri dari para pengamen jalan yang sering beroperasi di bis-bis atau angkot sekitar Tambun. Mereka sering juga disebut sebagai seniman jalanan. Pagelaran seni ala jalanan ini diselenggarakan di teras depan Gedung Juang yang terletak di jalur yang terkenal kesemrawutan lalu lintasnya.

Di zaman kemerdekaan, gedung ini pernah menjadi saksi bisu heroisme rakyat Bekasi yang meregang nyawa dan berkubang darah, mempertahankan sejengkal demi sejengkal tanah yang bernama Indonesia. Keberanian para pejuang ini lah yang kemudian menjadikan Bekasi diberi label Kota Patriot. Patriot adalah bentuk penghargaan terhadap rakyat Bekasi saat itu yang berani menentang arus sejarah kolonialisme.

Read more…

Wow…Bekasi punya 1,9 T

January 9, 2010

Semua keluhan masyarakat silahkan disampaikan di sini. Gratis Kok !

Rutinas hari jumat adalah setiap jam 6 pagi saya sudah nongkrong di Radio Dakta. Menjadi penyiar adalah sebuah sejarah yang terulang, begitulah saya sering mengatakan kepada para kolega yang kebingungan dengan salah satu aktivitas ini. Ketika masa-masa  mahasiswa,  saya sering mengisi dan menjadi host sebuah stasiun radio yang dikelola oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unpad.

Stasiun radio ini sangat unik karena mulai mengudara jam 2 pagi. Sangat tidak mungkin bagi kami siaran siang hari, karena sibuk kuliah (alah sok rajin, paling-paling kalau ke kampus lebih banyak nongkrong di warung kopi dari pada kuliah) dan banyaknya intel yang memonitor gerakan mahasiswa saat itu (nah..kalau yang ini benar). Maklum, intel juga manusia yang suka tidur juga begitu jam menunjukkan angka 12 malam, sehingga aman bagi kami berselancar di udara dengan bebas setelah jam tidur lewat.

Sebenarnya, dari lubuk hati yang paling dalam, kami juga seneng  kalau ditemenin intel begadang sampai pagi. Coba bayangkan kalau lagi enak-enaknya diskusi yang sedang hot membahas masa depan Indonesia, tiba-tiba datang kuntilanak dan jin iprit, bisa-bisa bubar diskusi tersebut karena banyak pesertanya yang lari blingsatan. Konon, mahluk-mahluk halus ini sangat takut sama intel. Karena itu, kami sangat senang kalau malam ditungguin bapak-bapak intel, dijamin aman dari gangguan mahluk halus.

Read more…

Memanusiakan Sekolah

January 6, 2010

Folder SEKOLAH BUTUT

KEMANG PRATAMA, 7/1/2010- Ketika sedang mencari bahan-bahan refrerensi untuk makalah seminar dengan browsing di internet, saya buka explorer untuk menulis new folder sebagai ruang menyimpan file-file yang dibutuhkan. Tiba-tiba, mata saya tertuju pada sebuah sub-folder yang diberi nama “SEKOLAH BUTUT”.  Folder ini sudah ada sejak tahun 2004 dan isinya adalah gambar-gambar sekolah yang kondisinya tidak lebih baik dari rumah hewan peliharaan. (Maaf kalau terlalu sarkasme)

Gambar sekolah tersebut saya jepret dari beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Bekasi.  Sebuah wilayah yang tidak terlalu jauh dari ibukota Jakarta.

Melihat gambar-gambar ini, saya teringat sebuah kejadian yang tidak pernah akan saya lupakan. Suatu malam di tahun 2004,  HP  berdering kencang dan nomor yang nongol tidak saya kenal. Betapa kaget, ternyata yang menelepon adalah ajudan Bupati Bekasi yang saat itu dijabat oleh Saleh Manaf. Sang ajudan mengatakan bahwa Pa Saleh mengundang saya untuk berdiskusi tentang pembangunan Bekasi ke depan.

Read more…