<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>imparsial societas</title>
	<atom:link href="http://bangharsyid.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bangharsyid.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Dec 2011 02:49:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='bangharsyid.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>imparsial societas</title>
		<link>http://bangharsyid.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://bangharsyid.wordpress.com/osd.xml" title="imparsial societas" />
	<atom:link rel='hub' href='http://bangharsyid.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pindah Rumah</title>
		<link>http://bangharsyid.wordpress.com/2010/02/02/pindah-rumah/</link>
		<comments>http://bangharsyid.wordpress.com/2010/02/02/pindah-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 14:16:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Harun Alrasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[alrasyid]]></category>
		<category><![CDATA[harun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangharsyid.wordpress.com/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[untuk melihatnya silahkan klik  http://www.harunalrasyid.com<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bangharsyid.wordpress.com&amp;blog=10314739&amp;post=156&amp;subd=bangharsyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>untuk melihatnya silahkan klik  <a href="http://www.harunalrasyid.com">http://www.harunalrasyid.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bangharsyid.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bangharsyid.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bangharsyid.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bangharsyid.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bangharsyid.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bangharsyid.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bangharsyid.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bangharsyid.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bangharsyid.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bangharsyid.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bangharsyid.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bangharsyid.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bangharsyid.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bangharsyid.wordpress.com/156/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bangharsyid.wordpress.com&amp;blog=10314739&amp;post=156&amp;subd=bangharsyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangharsyid.wordpress.com/2010/02/02/pindah-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e13f32634443d763bca29d4a677d6233?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kang Harun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mau Dibawa Kemana Negeri Ini ?</title>
		<link>http://bangharsyid.wordpress.com/2010/01/27/mau-dibawa-kemana-negeri-ini/</link>
		<comments>http://bangharsyid.wordpress.com/2010/01/27/mau-dibawa-kemana-negeri-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 11:08:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Harun Alrasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kompasiana]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[negeri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangharsyid.wordpress.com/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[Ketika mengantar anak mencari buku di TB Gramedia, saya tertarik dengan tumpukan buku baru yang berjudul ”Awakening the Giant”. Buku yang ditulis oleh Munawar Fuad,  menceritakan  perjalanan penulisnya ke berbagai negara dan interaksinya dengan berbagai tokoh di negara yang dikunjunginya. Buku ini mengilhami saya untuk mengekspresikan perasaan yang sudah lama terpendam melihat negeri yang dicintai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bangharsyid.wordpress.com&amp;blog=10314739&amp;post=149&amp;subd=bangharsyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/giant31.jpg"></a><a href="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/giant31.jpg"></p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-150" title="giant3" src="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/giant31.jpg?w=237&#038;h=300" alt="" width="237" height="300" /></p>
<p>Ketika mengantar anak mencari buku di TB Gramedia, saya tertarik dengan tumpukan buku baru yang berjudul ”Awakening the Giant”. Buku yang ditulis oleh Munawar Fuad,  menceritakan  perjalanan penulisnya ke berbagai negara dan interaksinya dengan berbagai tokoh di negara yang dikunjunginya.</a></p>
<p style="text-align:justify;">Buku ini mengilhami saya untuk mengekspresikan perasaan yang sudah lama terpendam melihat negeri yang dicintai sekarang berada di pinggiran kegalauan (<em>on the brink of chaos</em>) –meminjam istilah MT Zen&#8211;. Raksasa yang masih tertidur dengan mimpi-mimpi buruknya. Itu lah imajinasi saya ketika membaca lembar demi lembar buku tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Negeri ini seolah-olah tidak pernah beranjak dari berbagai mimpi buruk, mulai dari bencana alam sampai isu politik dan hukum. Semua energi positif anak bangsa terkuras mengikuti drama politik yangmenjemukan. Energi kreatif seakan lenyap tertelan berbagai isu yang terkesan tidak jelas di mana akan berakhir. Bahkan program 100 hari SBY Boediono yang seharusnya menjadi landasan 5 tahun ke depan tidak lagi berarti apa-apa. Lantas mau dibawa ke mana negeri ini ?</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-149"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Saya membayangkan, betapa akan sedihnya Bung Karno, Hatta, Syahrir, Jenderal Soedirman, dll, ketika menengok negeri yang pernah mereka bela dengan darah, kini berjalan tanpa arah. Secara perlahan tapi pasti, negeri ini mulai tercerabut dari akar sejarahnya sebagai bangsa yang besar. Mungkin para <em>founding father</em> itu hanya bisa menghela nafas panjang, tanpa bisa berbuat apa-apa menyaksikan generasi saat ini hanya bisa bermain retorika dan sibuk membela kepentingan kelompoknya masing-masing.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitu pula para ahli yang sebagian besar bergelar doktor pun hanya terpaku diam, dan mulai banyak terserang penyakit usia lanjut, yaitu lupa ingatan. Tidak  percaya ? Lihat saja bagaimana para saksi (yang rata-rata bertitel doktor) serempak mengatakan lupa atau tidak mengetahui ketika dicercar anggota Pansus Century. Saya tidak punya otoritas untuk menghakimi apakah mereka salah atau benar secara hukum. Namun, yang perlu dipersoalkan lebih dalam  adalah hilangnya kejujuran dan rasa malu para pejabat negeri. Sebuah bangsa akan besar kalau kedua hal itu tetap menjadi pegangan para pemimpin dan rakyatnya.</p>
<div id="attachment_151" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/demo-di-k-wapres01.jpg"><img class="size-medium wp-image-151" title="Demo-di-k-wapres01" src="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/demo-di-k-wapres01.jpg?w=300&#038;h=198" alt="" width="300" height="198" /></a><p class="wp-caption-text">Penyelesaian kasus Bank Century menjadi batu ujian yang paling berat bagi keberlangsungan bangnsa ini (detikfoto.com)</p></div>
<p style="text-align:justify;">Seandainya Machiavelli dibangkitkan kembali, tentunya dia akan senang melihat ajarannya dipraktekkan dengan baik. Politik tidak lagi menjadi alat untuk mensejahterakan, tapi melulu hanya sebagai cara untuk merebut dan mempertahankan kekuasaan. Soal etika dan norma, biarlah nanti ahli hukum mencarikan pasal-pasal yang pas sebagai justifikasi tindakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin ini lah yang disebut politik kartel. Suatu masa elit politik larut dalam kompetisi pemilu yang ketat, setelah itu mulai saling berkoalisi dan tidak terlalu lama koalisi itu pun bubar jalan dan kemudian berkoalisi lagi dengan pihak lain. Berputar-putar tanpa arah yang jelas.</p>
<p style="text-align:justify;">Setidaknya ini lah gambaran politik yang saya tangkap dari para aktor dan aktris Senayan dalam lakon Balada Century. Sebagai rakyat kecil, saya hanya bisa mengurut dada dan paling banter curhat dalam kolom kompasiana dot com. <em>Duh</em>, mau dibawa ke mana negeri ini ?</p>
<p style="text-align:justify;">Meminjam istilah Azyumardi Azra, negeri ini benar-benar di ambang kemelelehan <em>(on the brink of melting down).</em> Kira-kira seperti itulah imajinasi saya tentang negeri yang didongengkan <em>gemah ripah loh jinawi</em> yang elitnya bertikai melulu dan rakyat hanya terpaku menonton tingkah polah para elit politiknya. Gambaran itu tidak bermaksud menyamaratakan seluruh elit berprilaku sama. Namun, bayang-bayang Machiavelism sulit saya hilangkan dari pentas drama politik negeri ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Mungkinkah Raksasa itu Bangun ?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Negeri ini perlu disadarkan dari tidur panjangnya, untuk bangun mengejar bangsa lain yang sudah lama berlari. Namun, dalam upayanya untuk bangun, selalu muncul berbagai  mimpi buruk yang kerap mengganggunya. Mimpi buruk itu antara lain pertikaian antar elit yang tidak kunjung selesai dan lupa terhadap tugasnya untuk mengabdi pada kepentingan rakyat.</p>
<div id="attachment_154" class="wp-caption alignleft" style="width: 217px"><a href="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/comnunitykompas2.jpg"><img class="size-medium wp-image-154" title="comnunitykompas" src="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/comnunitykompas2.jpg?w=207&#038;h=300" alt="" width="207" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">(KompasCommunity.com)</p></div>
<p style="text-align:justify;">Para pemimpin negeri ini tampil seolah-olah <em>everything is ok</em>. Padahal kenyataannya, banyak rakyat di pedesaan mulai menjemur nasi untuk dijadikan nasi aking. Kecemasan juga mulai muncul di kalangan orang berduit, karena bank  ternyata mudah dibobol maling.</p>
<p style="text-align:justify;">Kabar yang lebih tragis muncul dari Mamuju Selatan. Tersiar kabar seorang gadis cantik hanya bisa terkapar menahan sakit akibat gigitan belatung-belatung ganas. Ummi Dammiati dibiarkan menahan sakit karena keluarganya sudah tidak mampu lagi membayar biaya pengobatan.  Siapa kah yang harus bertanggungjawab menyelesaikan beban berat negeri ini ? Tentu saja para elit pemimpin negeri ini. Namun apa daya, mereka masih sibuk mengurus dirinya sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Kondisi sekarang ini memang berat. Bahkan untuk orang sekaliber Pak SBY yang telah berpengalaman menjadi presiden pun terlihat gamang membangkitkan negeri ini dalam sekejap. Lihat lah kelopak mata dan wajahnya yang menunjukkan kelelahan yang luar biasa menghadapi problem akut bangsa ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin saya terlalu mendramatisir keadaan. Tapi, itu lah perasaan saya melihat negeri ini yang seolah-olah tidak banyak beranjak maju dibandingkan negara lainnya. Dan, yang lebih parah lagi, saya pun tidak bisa memberikan kontribusi banyak, baik tenaga maupun pemikiran yang lebih baik dari sekedar menuliskan uneg-uneg ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Terima kasih kepada kompasiana dot com yang telah memberikan pelajaran berharga memahami bagaimana negara dijalankan dari berbagai tulisan para kompasianer lainnya. Mudah-mudahan, suatu saat nanti negeri ini akan menjadi negeri besar seperti yang dicita-citakan para pendiri dan pejuang negeri ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Kembali pada sub tema di atas, mungkin kah negeri besar ini bangun dari tidur panjangnya dalam waktu dekat ? Wallahuallam&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Salam Beblog, Kemang Pratama – 27/01/2010<em></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bangharsyid.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bangharsyid.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bangharsyid.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bangharsyid.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bangharsyid.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bangharsyid.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bangharsyid.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bangharsyid.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bangharsyid.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bangharsyid.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bangharsyid.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bangharsyid.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bangharsyid.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bangharsyid.wordpress.com/149/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bangharsyid.wordpress.com&amp;blog=10314739&amp;post=149&amp;subd=bangharsyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangharsyid.wordpress.com/2010/01/27/mau-dibawa-kemana-negeri-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e13f32634443d763bca29d4a677d6233?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kang Harun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/giant31.jpg?w=237" medium="image">
			<media:title type="html">giant3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/demo-di-k-wapres01.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Demo-di-k-wapres01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/comnunitykompas2.jpg?w=207" medium="image">
			<media:title type="html">comnunitykompas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Awakening the Giant</title>
		<link>http://bangharsyid.wordpress.com/2010/01/21/awakening-the-giant/</link>
		<comments>http://bangharsyid.wordpress.com/2010/01/21/awakening-the-giant/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 16:01:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Harun Alrasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[jababeka]]></category>
		<category><![CDATA[novel. Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangharsyid.wordpress.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[HARI Rabu tanggal 20/01/2010, pukul 10.00 WIB merupakan hari yang sangat special bagi saya. Bukan karena paduan angka 20.01.2010.10.00, yang konon menurut feng shui merupakan paduan angka yang hokie. Tapi, karena saya diundang  untuk menghadiri sebuah diskusi inspiratif yang diselenggarakan oleh  Jababeka Multi Cultural Center (JMCC) dan Indonesia Movieland di Kawasan Industri  Jababeka. Diskusi ini digagas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bangharsyid.wordpress.com&amp;blog=10314739&amp;post=143&amp;subd=bangharsyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">HARI Rabu tanggal 20/01/2010, pukul 10.00 WIB merupakan hari yang sangat special bagi saya. Bukan karena paduan angka 20.01.2010.10.00, yang konon menurut <em>feng shui</em> merupakan paduan angka yang hokie. Tapi, karena saya diundang  untuk menghadiri sebuah diskusi inspiratif yang diselenggarakan oleh  Jababeka Multi Cultural Center (JMCC) dan Indonesia Movieland di Kawasan Industri  Jababeka.</p>
<div id="attachment_144" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/giant5.jpg"><img class="size-full wp-image-144" title="giant5" src="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/giant5.jpg?w=600&#038;h=206" alt="" width="600" height="206" /></a><p class="wp-caption-text">Mudah-mudahan dari sini muncul karya sineas terkemuka bukan ala sinetron punjabisme yang miskin inovasi dan miskin moralitas</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-143"></span>Diskusi ini digagas oleh Kang Moon  untuk membahas sebuah cita-cita besar mengangkat <em>brand</em> Bekasi ke kancah peradaban budaya yang lebih luas.  Idealisme besar itu adalah mengejawantahkan ide kreatif dalam novel ke bentuk audio visual (film). Kalau Bangka Belitung punya “Laskar Pelangi”, kenapa tidak, Bekasi pun punya karya yang bisa mengakat harkat dan martabat.</p>
<p style="text-align:justify;">Diskusi terbatas ini semakin menarik dengan kehadiran seorang budayawan ternama, Eka Budianta, yang banyak memberikan provokasi gagasan yang inspiratif untuk lebih mengelaborasi berbagai issue yang sensitive sekalipun. Diskusi semakin hangat dengan kehadiran seorang wanita bernama Clara Shinta. Cara bicara dan bahasa tubuhnya mengambarkan sosok perempuan yang mandiri, cerdas dan juga penuh percaya diri. Clara adalah putri almarhum Rendra, sekaligus juga berprofesi sebagai Public Relation Indonesia Movieland. Sosok wanita modern yang sangat bertolak belakang dengan tokoh utama dalam novel yang dibahas hari itu.</p>
<p><strong></p>
<div id="attachment_145" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/giant.jpg"><img class="size-medium wp-image-145" title="giant" src="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/giant.jpg?w=300&#038;h=236" alt="" width="300" height="236" /></a><p class="wp-caption-text">Pak Eka Budianta, seorang budayawan terkemuka sedang memegang novel MCF</p></div>
<p style="text-align:justify;">Mahligai Cinta dan Cita</p>
<p></strong></p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"><em>Focus of interest</em> lebih banyak membahas bagaimana menterjemaahkan novel “<strong>Mahligai Cinta Firdaus”</strong> ke dalam versi film. Novel yang ditulis oleh Moon el-Faqir (nama lain dari Munawar Fuad), bercerita tentang <em>setting</em> sosial Bekasi tahun 1970 an sampai  kini, di mana industrialisasi mulai mengubah eksistensi masyarakat tradicional bertemu dengan  sebuah tatanan masyarakat baru yang dikenal dengan masyarakat urban.</p>
<p style="text-align:justify;">Novel setebal 342 halaman ini, berkisah tentang seorang gadis lugu dari Kampung Babakan Cibarusah yang bercita-cita  menjadi seorang guru, bernama Noor Najmy Laila. Cibarusah adalah sebuah desa miskin (entah sekarang) yang berada di ujung Kabupaten Bekasi, berbatasan dengan daerah Jonggol, Kabupaten Bogor.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam usia yang sangat muda, Najmy dinikahkan dengan seorang ustadz. Pernikahan yang sangat lazim di kampung bila ada gadis yang mulai berangkat remaja. Bagi penduduk miskin umumnya, pernikahan diharapkan menjadi jalan keluar dari kepapaan. Najmy pun berharap pernikahannya ini menjadi jembatan untuk menggapai cita-citanya sebagai guru. Tidak lah mudah bagi seorang perempuan desa mempunyai cita-cita di tengah dominasi ”kelelakian” dan jerat kemiskinan. Sekedar bercita-cita menjadi guru adalah sebuah khayalan yang teramat mahal bagi Najmy saat itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Najmy pun kemudian berjuang mewujudkan cita-citanya. Wal hasil berbagai cobaan tak henti-hentinya mengikis kesabaran dan ketegarannya. Hanya satu yang membuat dia bertahan yaitu mimpinya bertemu dengan Sang Rosul yang mampu membakar spirit untuk tetap istiqomah dengan cita-cita mulianya.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadilah Najmy menjalani takdirnya dengan kepasrahan dan hati yang selalu tersenyum. Jalinan kisah pergulatan Najmy kemudian bertaut dengan kondisi kekinian Bekasi. Ketika industrialisasi mulai mengusik eksistensi masyarakat pribumi (penduduk awal).  Konsep megapolitan, meleburnya identitas, bertemunya manusia lintas kultur dan bahasa, teknologisasi atas tubuh serta gaya hidup, itu semua merupakan titik kulminasi dari perjuangan Najmy menggapai cita-citanya sebagai guru.</p>
<p style="text-align:justify;"> Inilah kisah nyata keteguhan seorang gadis lugu dari Kampung Cibarusah, yang harus menghadapi penetrasi budaya patriakhal dan situasi sosial politik yang intimidatif, seperti pemaksaan program KB. Dia sendirian menghadapi badai ujian itu. Hanya satu kata LAWAN, kira-kira begitulah Najmy berkata-kata, seperti layaknya para mahasiswa yang gemar berdemo.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Awakening the Giant</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Membaca dari halaman awal sampai akhir novel <em>made in </em>orang Bekasi asli ini dan membahasnya dengan para tokoh terkemuka lintas bidang ilmu dan profesi merupakan peristiwa yang sangat langka bagi saya. Sebagai orang yang jarang bersentuhan dan kering dengan nilai-nilai sastra, diskusi di JMCC menjadi sebuah petualangan intelektual yang tidak akan pernah terlupakan. Mungkin ini lah misteri di balik angka 20-01-2010-10, yang akhirnya mempertemukan dengan <span style="text-decoration:line-through;">Clara </span>budayawan Eka Budianta yang saya kagumi.</p>
<p style="text-align:justify;">Jam 1 tepat, diskusi ditutup dengan sebuah kesimpulan bahwa Bekasi harus punya kebanggaan dengan melahirkan sebuah karya sineas yang unggul, seperti film ”Ayat-ayat Cinta” yang banyak bicara soal Mesir, film ”King” dan film ”Garuda di Dadaku”, dll. Semua film tersebut telah melahirkan kebangaan terhadap lokasi di mana film tersebut dibuat. Berbagai langkah telah disepakati untuk mewujudkan idealisme besar ini menjadi realitas.</p>
<div id="attachment_146" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/giant2.jpg"><img class="size-medium wp-image-146" title="giant2" src="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/giant2.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Dari ide kecil berevolusi menjadi sebuah idealisme besar</p></div>
<p style="text-align:justify;">Namun terbersit sebuah bayang-bayang yang akan menghadang obsesi ini persis seperti kisah Najmy dalam novelnya Kang Moon. Gurita kapitalisme dalam bidang perfilman Indonesiajauh lebih dahsyat dibandingkan guritanya Goerge Aditjondro. Sebenarnya, ide kapitalisme membuka ruang muculnya berbagai alternatif dengan melandaskan pada kebebasan individu.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi kapitalisme melayu justru melahirkan monopoli karena dominasi suatu kelompok tertentu dan menutup akses pihak lain. Dominasi terhadap <em>resourcess</em> ekonomi, bahkan politik hanya dikendalikan satu kelompok yang dekat dengan kekuasaan. Raksasa yang tengah lelap tidur ini harus dibangunkan untuk melawan kapitalisme monolitik ala Melayu atau dalam bahasa Inggrisnya ”Awakening the Giant”, seperti judul buku yang sedang saya baca.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa itu ”the giant” ? Saya mendefinisikan sendiri  sebagai idealisme (dengan nilai-nilai besar) sebagai sebuah entitas budaya, politik dan ekonomi yang bercirikan nasionalisme yang kental.    Semoga idealisme ini mampu mendobrak berbagai kesulitan yang akan menghadang, seperti kisah Najmy yang berhasil meraih cita-citanya sebagai guru. (21/01/2010)</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga, Doa dan Ihktiar senantiasa menjadi sahabat dalam berjuang</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Salam BeBlog</strong><strong> </strong></p>
<div id="attachment_147" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/giant3.jpg"><img class="size-medium wp-image-147" title="giant3" src="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/giant3.jpg?w=300&#038;h=265" alt="" width="300" height="265" /></a><p class="wp-caption-text">Buku yang inspiratif bagi bangsa yang sedang terjepit</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bangharsyid.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bangharsyid.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bangharsyid.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bangharsyid.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bangharsyid.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bangharsyid.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bangharsyid.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bangharsyid.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bangharsyid.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bangharsyid.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bangharsyid.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bangharsyid.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bangharsyid.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bangharsyid.wordpress.com/143/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bangharsyid.wordpress.com&amp;blog=10314739&amp;post=143&amp;subd=bangharsyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangharsyid.wordpress.com/2010/01/21/awakening-the-giant/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e13f32634443d763bca29d4a677d6233?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kang Harun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/giant5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">giant5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/giant.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">giant</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/giant2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">giant2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/giant3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">giant3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dibalik Nikmatnya Es Sakoteng dan Siomay Mang Dede</title>
		<link>http://bangharsyid.wordpress.com/2010/01/19/dibalik-nikmatnya-es-sakoteng-dan-siomay-mang-dede/</link>
		<comments>http://bangharsyid.wordpress.com/2010/01/19/dibalik-nikmatnya-es-sakoteng-dan-siomay-mang-dede/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 02:15:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Harun Alrasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bekasi-ku]]></category>
		<category><![CDATA[bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[es sakoteng]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[siomay]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangharsyid.wordpress.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Bagi anda yang pernah tinggal, atau menjadi mahasiswa di Bandung dan senang keluyuran mencari makanan khas, tentunya akan ingat dengan Es Sakoteng dan Siomay Oyen di jalan Sukajadi. Es Sakoteng dan Siomay ini pernah diliput oleh Bondan Winarno yang terkenal dengan perkataan mak…nyus-nya. Bagi yang tinggal di Bekasi tidak perlu jauh-jauh datang ke Bandung untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bangharsyid.wordpress.com&amp;blog=10314739&amp;post=133&amp;subd=bangharsyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_134" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/mangdede2.jpg"><img class="size-medium wp-image-134" title="mangdede2" src="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/mangdede2.jpg?w=300&#038;h=212" alt="" width="300" height="212" /></a><p class="wp-caption-text">Gerai Es Sakoteng dan Siomay Mang Dede di Indomaret Kemang Pratama</p></div>
<p style="text-align:justify;">Bagi anda yang pernah tinggal, atau menjadi mahasiswa di Bandung dan senang keluyuran mencari makanan khas, tentunya akan ingat dengan Es Sakoteng dan Siomay Oyen di jalan Sukajadi. Es Sakoteng dan Siomay ini pernah diliput oleh Bondan Winarno yang terkenal dengan perkataan <em>mak…nyus</em>-nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi yang tinggal di Bekasi tidak perlu jauh-jauh datang ke Bandung untuk menikmati Es Sakoteng dan Siomay Oyen. Salah satu gerainya ada di Ruko Kemang Pratama, depan Indomaret yang bersebrangan dengan Sekolah Al Azhar dan Marsudirini.</p>
<p style="text-align:justify;">Namanya tidak lagi Oyen tapi sudah diganti dengan Es Sakoteng dan Siomay Mang Dede. Tapi soal rasa tidak kalah dengan Es Sakoteng dan Siomay Oyen. Mang Dede adalah salah satu keturunan yang mewarisi keahlian Mang Oyen dalam mengolah masakan yang sangat terkenal di saentero Bandung. Harganya pun dijamin tidak akan menguras isi kantong, hanya dengan Rp. 15 ribu kita sudah dapat menikmati lezatnya es sakoteng dan siomay khas Bandung.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-133"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Es Sekoteng Mang Dede berisi kelapa muda, alpukat, sekoteng (semacam butiran dari aci berwarna merah menyolok), kolang-kaling, gula, susu kental manis, dan es serut. Tampilannya sangat menggoda lidah untuk segera melahapnya, apalagi jika dinikmati bersama sepiring siomay yang juga tak kalah <em>mak….nyus-</em>nya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Mengenal Pemiliknya</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pemilik gerai ini adalah seorang wirausaha yang tangguh, yang pernah jatuh berkali-kali dalam merintis usaha, namun memiliki spirit yang luar biasa untuk tetap bangkit. Mang Dede (43 tahun), demikian saya memanggilnya, menceritakan bagaimana memulai usahanya tahun 1988, dengan mengawalinya sebagai pelayan di tempat kakeknya di Bandung. Tidak puas hanya sebagai pelayan saja, beberapa tahun kemudian, dia merantau ke Jakarta dengan mendirikan gerai es sakoteng di sekitar Blok M hanya bermodalkan tekad yang besar.</p>
<div id="attachment_135" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/mangdede.jpg"><img class="size-medium wp-image-135" title="mangdede" src="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/mangdede.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Mang Dede adalah sosok wirausaha yang mandiri</p></div>
<p style="text-align:justify;">Ternyata banyak warga Jakarta, baik yang hanya sekedar lewat atau orang kantoran,   yang menyukai Es Sakoteng dan Siomay <em>made in</em> Mang Dede ini. Dalam waktu sekejap, dia telah memiliki pelanggan yang fanatik dan tentu saja uang mengalir deras ke kantongnya. Selama bertahun-tahun merantau di Jakarta, Mang Dede menikmati berbagai kenikmatan hidup yang tidak pernah dirasakan sebelumnya. Karena ketidaksiapan mental dan  cara pengelolaan keuangan yang tidak baik, perlahan tapi pasti berbagai kesulitan mulai menggerogoti usahanya yang berujung pada kerugian yang menguras isi kantongnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sambil berlinang air mata mengingat masa lalunya yang diaanggap sebagai masa <em>jahiliyah, </em>dia menceritakan bagaimana usahanya bangkrut karena kesombongan sendiri yang berujung pada pendzoliman (dikhianati) orang dekatnya, ditipu berjuta-juta dan bahkan harus berurusan dengan penegak hukum.  Singkat cerita, setelah bertahun-tahun merantau di Jakarta yang tersisa kemudian hanya baju dan celana yang melekat di badan.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa yang membuat Mang Dede kemudian bangkit lagi semangat usahanya ? Bayang-bayang anak istri yang makan satu piring, ditambah garam dan sepotong kerupuk lah yang membangkitkan semangatnya dan  menjadikan  masa lalu sebagai cermin yang tidak boleh terulang lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Kerja keras, ketekunan,  dan senang bersilaturahim adalah prinsip dasar yang selalu dipegang serta keyakinan pada Allah SWR pasti akan menebarkan rezeki kepada orang yang bersungguh-sungguh, menjadi pilar utama dalam hidupnya. Dengan modal spritual seperti itu Mang Dede mulai mengembangkan usaha sampai memiliki enam gerai Es Sakoteng dan Siomay yang tersebar di Kota Bekasi.</p>
<div id="attachment_136" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/mangdede5.jpg"><img class="size-medium wp-image-136" title="mangdede5" src="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/mangdede5.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Inovasi dan pelayanan kepada pelanggan menjadi prioritas utama dalam bisnis Mang Dede</p></div>
<p style="text-align:justify;">Dimulai tahun 2003, Mang Dede mencoba mendirikan gerai di Kemang Pratama sejalan dengan program pengembangan kemitraan Mini Market Indomaret. Sebelum di Indomaret, dia lama luntang lantung sekitar Ruko Kemang. Sering dia diusir oleh pemilik ruko atau saingan sesama pedagang kaki lima. Karena itu, dia tidak akan pernah melupakan jasa manajemen Indomaret yang telah memberikan peluang kepadanya untuk mengembangkan usahanya sampai saat ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Mang Dede tidak hanya puas dengan satu gerai di Indomaret Kemang Pratama saja. Dia menerima tantangan manajemen Indomaret untuk mengembangkan usahanya di Indomaret Nusa Indah Pekayon, Pondok Cipta Bintara, Indomaret Hermina Kampung Duaratus, Ruko Komplek Cikarang Baru. Kepercayaan manajemen Indomaret dipelihara terus dan disamping itu, kunci lainnya adalah selalu berkomunikasi dan saling bersilaturahim dengan sesama pedagang yang ada di sekitar gerainya. Ini lah kunci untuk mengeliminir konflik diantara sesama pedagang.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhir tahun 2009, menjadi momentum besar bagi Mang Dede untuk melompat ke usaha yang lebih besar. Dia memberanikan diri membeli sebuah petak ruko dengan cara mencicil di komplek Legenda Zamrud. Di tempat yang menjadi miliknya sendiri, dia mulai menggabungkan es sakoteng dan siomay dengan makanan Chinase Food. Mang Dede mengatakan sebagai momentum ”kemandirian”. Kalau mau jadi pengusaha besar harus berani mengambil keputusan besar juga, begitulah kira-kira pikiran Mang Dede.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi saya, Mang Dede termasuk orang yang hebat, tanpa memiliki pendidikan yang tinggi dan modal keberanian untuk bertanya kepada yang dianggap ahli, dia banyak melakukan inovasi dalam usahanya. Salah satunya adalah yang sering dikemukakan ahli marketing yaitu <em>delivery service</em> yang tepat waktu. Kontrol terhadap pelayanan sering dia lakukan, baik jarak dekat maupun dari kejauhan. Komplain dari pelanggan menjadi masukan yang sangat berharga bagi dirinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitu pula dengan para karyawannya yang saat ini hampir mencapai 25 orang lebih, dia lebih senang menerapkan sistem kekeluargaan. Komunikasi personal sering dia lakukan di kala senggang. Untuk mempererat hubungan sesama karyawan, Mang Dede menyelenggarakan kegiatan bersama seperti futsal dan pengajian. Dengan kegiatan sosial seperti ini, hubungan antara majikan dan karyawan berlangsung secara cair.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pelajaran Berharga</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Apa yang bisa dipelajari dari Mang Dede ? Ternyata perubahan itu akan terjadi kalau kita serius dan berani untuk bertindak. Masa lalu menjadi cermin yang harus dibawa kemanapun perubahan itu terjadi. Selain itu, kesabaran dan senantiasa istiqomah dengan cita-cita awal serta berdoa kepada Yang Maha Kuasa menjadi pilar yang kuat dalam menghadapi semua rintangan yang muncul. Insya allah, cita-cita yang baik akan berbuah baik pula.</p>
<p style="text-align:justify;">Satu hal yang tidak dilupakan oleh Mang Dede adalah dukungan keluarga. Bercermin dari masa lalu, Mang Dede selalu menyempatkan waktu bersama keluarganya, walau pun hanya sekedar ngobrol. Pendidikan bagi anak-anaknya menjadi prioritas utama dengan memberikan ruang dialogis antara orang tua dan anak.</p>
<p style="text-align:justify;">Pendekatan dan lingkungan yang nyaman dalam keluarga telah membuahkan hasil, di mana anak yang paling besar menunjukkan prestasi sekolah yang luar biasa bagi ukuran Mang Dede. Saat ini, anaknya yang pertama telah diterima di sebuah sekolah bergengsi di STT Telkom Bandung tanpa prosedur berbelit-belit dan biaya tinggi. Sekolah ini tidak sembarangan menerima calon mahasiswa. Hanya mahasiswa yang memiliki prestasi akademik tinggi yang bisa diterima di sekolah ini. Inilah puncak kebanggaan Mang Dede yang mampu mengantar anaknya menggapai jenjang sekolah yang lebih tinggi.</p>
<p style="text-align:justify;">Itu lah pencapaian terbesar dalam hidup Mang Dede, kalau melihat kehidupan masa lalu yang penuh dengan kegetiran dan kesombongan dunia, dia tidak menyangka mampu menggapainya seperti sekarang ini. Masa lalu menjadi pelajaran yang sangat berharga dalam menata masa depan usahanya dan keluarga yang dicintainya. Tentu saja, syukur dan doa kepada Allah SWT senantiasa menjadi modal spirit setiap hari.</p>
<p style="text-align:justify;">Penasaran dengan Es Sakoteng dan Siomay Mang Dede ? Datang saja ke Ruko Kemang Pratama atau gerai lainnya yang dekat dengan tempat tinggal anda. Insya Allah dijamin kenyang dan ueeenak !!!!</p>
<div id="attachment_137" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/mangdede3.jpg"><img class="size-medium wp-image-137" title="mangdede3" src="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/mangdede3.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Mulai buka jam 10 sampai malam hari, gerai es sakoteng dan siomay ini tidak pernah sepi dari pelanggan. Kalau tidak ingin kehabisan, sepat bergegas merasakan mak...nyus-nya es sakoteng dan siomay Mang Dede</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bangharsyid.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bangharsyid.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bangharsyid.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bangharsyid.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bangharsyid.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bangharsyid.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bangharsyid.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bangharsyid.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bangharsyid.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bangharsyid.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bangharsyid.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bangharsyid.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bangharsyid.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bangharsyid.wordpress.com/133/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bangharsyid.wordpress.com&amp;blog=10314739&amp;post=133&amp;subd=bangharsyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangharsyid.wordpress.com/2010/01/19/dibalik-nikmatnya-es-sakoteng-dan-siomay-mang-dede/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e13f32634443d763bca29d4a677d6233?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kang Harun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/mangdede2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">mangdede2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/mangdede.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">mangdede</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/mangdede5.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">mangdede5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/mangdede3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">mangdede3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gedung Juang (sudah) lama Menangis</title>
		<link>http://bangharsyid.wordpress.com/2010/01/12/kisah-pilu-gedung-juang/</link>
		<comments>http://bangharsyid.wordpress.com/2010/01/12/kisah-pilu-gedung-juang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 16:04:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Harun Alrasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bekasi-ku]]></category>
		<category><![CDATA[Gedung Juang Bekasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangharsyid.wordpress.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[ PADA hari selasa, 12/1/2010, saya dan Bang Khoer diundang untuk menyaksikan pagelaran kecil dari Kelompok Seniman Jalanan (KSJ). KSJ adalah sebuah komunitas yang terdiri dari para pengamen jalan yang sering beroperasi di bis-bis atau angkot sekitar Tambun. Mereka sering juga disebut sebagai seniman jalanan. Pagelaran seni ala jalanan ini diselenggarakan di teras depan Gedung Juang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bangharsyid.wordpress.com&amp;blog=10314739&amp;post=122&amp;subd=bangharsyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_123" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/gd-juang.jpg"><img class="size-medium wp-image-123" title="gd-juang" src="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/gd-juang.jpg?w=300&#038;h=279" alt="" width="300" height="279" /></a><p class="wp-caption-text">Gedung ini oernahmenjadi saksi sejarah perjuangan heroik rakyat bekasi</p></div>
<p style="text-align:justify;"> PADA hari selasa, 12/1/2010, saya dan Bang Khoer diundang untuk menyaksikan pagelaran kecil dari Kelompok Seniman Jalanan (KSJ). KSJ adalah sebuah komunitas yang terdiri dari para pengamen jalan yang sering beroperasi di bis-bis atau angkot sekitar Tambun. Mereka sering juga disebut sebagai seniman jalanan. Pagelaran seni ala jalanan ini diselenggarakan di teras depan Gedung Juang yang terletak di jalur yang terkenal kesemrawutan lalu lintasnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Di zaman kemerdekaan, gedung ini pernah menjadi saksi bisu heroisme rakyat Bekasi yang meregang nyawa dan berkubang darah, mempertahankan sejengkal demi sejengkal tanah yang bernama Indonesia. Keberanian para pejuang ini lah yang kemudian menjadikan Bekasi diberi label Kota Patriot. Patriot adalah bentuk penghargaan terhadap rakyat Bekasi saat itu yang berani menentang arus sejarah kolonialisme.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-122"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana nasibnya sekarang ? Ternyata kebesarannya hanya menjadi cerita masa lalu. Kini, gedung bersejarah ini menjadi pusat kerajaan hewan malam yang bernama kelelawar alias kalong. Ribuan kalong berterbangan seolah mengejek ketidakpedulian anak bangsa, yang cenderung berkutat dengan kepentingannya masing-masing. Bau menyengat dari kotorannya, menjadi cerita yang tidak sedap didengar. Baunya hanya kalah sedikit dari bau aroma korupsi yang semakin merajalela  akhir-akhir ini</p>
<p style="text-align:justify;">Adakah yang peduli ? Bersyukurlah, ternyata masih ada anak bangsa yang peduli. Mereka adalah anak-anak jalanan, begitulah mereka dipanggil. Dengan pandangan sebelah mata dan cibir sinis dari orang-orang yang lalu lalang, mereka mencoba sesuatu yang sudah dilupakan banyak orang yaitu berkorban. Mereka korbankan waktu mengamen yang hanya menghasilkan uang recehan menurut ukuran kita dengan membersihkannya setiap hari Selasa dan Jumat. Mereka hanya mampu membersihkan lantai di teras depan saja, karena tangan-tangan mereka tidak lagi kuat mengangkat kotoran hewan yang tebalnya hampir 5 cm lebih.</p>
<p style="text-align:justify;">Kini, Gedung Juang telah menjadi saksi merebaknya virus yang menyerang memori anak bangsa saat ini yaitu mempertahankan kekuasaan jauh lebih penting ketimbang mempertahankan warisan para pejuang bangsa. Ini lah virus yang menguasai makna kebangsaan saat ini, kalau senang sendiri-sendiri kalau susah sama-sama alias orang lebih senang mengedepankan kepentingannya daripada berkorban untuk orang lain. Berkorban adalah kata yang sangat mahal untuk diwujudkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Bergabung dengan anak-anak KSJ memelihara salah satu warisan besar pejuang Bekasi bukan lah perbuatan yang sia-sia. Bersama kita bisa, begitulah SBY sering berkata-kata. Saya bukan lah seorang tokoh berpengaruh, juga bukan pejabat yang punya otoritas, apalagi menjadi anggota dewan terhormat, saya hanyalah seorang warga biasa yang tidak memiliki kekuatan apa pun. Saya hanya bisa menulis dan mewacanakannya, tanpa memiliki kemampuan untuk berbuat banyak.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun saya yakin, siapa pun yang peduli dengan kondisi kekinian Gedung Juang ! Insya Allah masuk surga, walaupun hanya di pinggirannya saja. Apalagi berbuat lebih dari pada itu, para bidadari pun akan bersabar menunggu kedatangan kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Menulis adalah selemah-lemahnya iman perjuangan. Tapi, itu lebih baik daripada tidak peduli sama sekali.</p>
<p style="text-align:justify;">Salam dari Kemang Pratama 2, Bekasi</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<div id="attachment_124" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/gd-juang1.jpg"><img class="size-full wp-image-124" title="gd-juang1" src="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/gd-juang1.jpg?w=600&#038;h=203" alt="" width="600" height="203" /></a><p class="wp-caption-text">gedung ini sampai sekarang masih kokoh berdiri, menunjukkan kualitas bangunan yang paripurna</p></div>
<div id="attachment_125" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/gd-juang2.jpg"><img class="size-full wp-image-125" title="Gd-juang2" src="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/gd-juang2.jpg?w=600&#038;h=203" alt="" width="600" height="203" /></a><p class="wp-caption-text">Dari luar terlihat kokoh, namun begitu masuk ribuan kalong berterbangan. Kotorannya pun menyapu lantai tangga</p></div>
<div id="attachment_126" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/gd-juang3.jpg"><img class="size-full wp-image-126" title="Gd-juang3" src="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/gd-juang3.jpg?w=600&#038;h=203" alt="" width="600" height="203" /></a><p class="wp-caption-text">KSJ meemcahkan kesunyian gedung ini. Mereka rajin berlatih setiap hari selasa dan jumat. Gedung ini juga dimanfaatkan sebagai markas Pemadam Kebakaran.</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bangharsyid.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bangharsyid.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bangharsyid.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bangharsyid.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bangharsyid.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bangharsyid.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bangharsyid.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bangharsyid.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bangharsyid.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bangharsyid.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bangharsyid.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bangharsyid.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bangharsyid.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bangharsyid.wordpress.com/122/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bangharsyid.wordpress.com&amp;blog=10314739&amp;post=122&amp;subd=bangharsyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangharsyid.wordpress.com/2010/01/12/kisah-pilu-gedung-juang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e13f32634443d763bca29d4a677d6233?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kang Harun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/gd-juang.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">gd-juang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/gd-juang1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gd-juang1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/gd-juang2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gd-juang2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/gd-juang3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gd-juang3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wow&#8230;Bekasi punya 1,9 T</title>
		<link>http://bangharsyid.wordpress.com/2010/01/09/wow-bekasi-punya-19-t/</link>
		<comments>http://bangharsyid.wordpress.com/2010/01/09/wow-bekasi-punya-19-t/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 02:43:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Harun Alrasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bekasi-ku]]></category>
		<category><![CDATA[APBD Bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kampun Kumuh]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Rakyat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangharsyid.wordpress.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Rutinas hari jumat adalah setiap jam 6 pagi saya sudah nongkrong di Radio Dakta. Menjadi penyiar adalah sebuah sejarah yang terulang, begitulah saya sering mengatakan kepada para kolega yang kebingungan dengan salah satu aktivitas ini. Ketika masa-masa  mahasiswa,  saya sering mengisi dan menjadi host sebuah stasiun radio yang dikelola oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unpad. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bangharsyid.wordpress.com&amp;blog=10314739&amp;post=108&amp;subd=bangharsyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_109" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/wow-bekasi.jpg"><img class="size-medium wp-image-109" title="Wow-Bekasi" src="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/wow-bekasi.jpg?w=300&#038;h=242" alt="" width="300" height="242" /></a><p class="wp-caption-text">Semua keluhan masyarakat silahkan disampaikan di sini. Gratis Kok !</p></div>
<p style="text-align:justify;">Rutinas hari jumat adalah setiap jam 6 pagi saya sudah nongkrong di Radio Dakta. Menjadi penyiar adalah sebuah sejarah yang terulang, begitulah saya sering mengatakan kepada para kolega yang kebingungan dengan salah satu aktivitas ini. Ketika masa-masa  mahasiswa,  saya sering mengisi dan menjadi <em>host</em> sebuah stasiun radio yang dikelola oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unpad.</p>
<p style="text-align:justify;">Stasiun radio ini sangat unik karena mulai mengudara jam 2 pagi. Sangat tidak mungkin bagi kami siaran siang hari, karena sibuk kuliah (<em>alah sok rajin, paling-paling kalau ke kampus lebih banyak nongkrong di warung kopi dari pada kuliah</em>) dan banyaknya intel yang memonitor gerakan mahasiswa saat itu (<em>nah..kalau yang ini benar</em>). Maklum, intel juga manusia yang suka tidur juga begitu jam menunjukkan angka 12 malam, sehingga aman bagi kami berselancar di udara dengan bebas setelah jam tidur lewat.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya, dari lubuk hati yang paling dalam, kami juga seneng  kalau ditemenin intel begadang sampai pagi. Coba bayangkan kalau lagi enak-enaknya diskusi yang sedang hot membahas masa depan Indonesia, tiba-tiba datang kuntilanak dan jin iprit, bisa-bisa bubar diskusi tersebut karena banyak pesertanya yang lari blingsatan. Konon, mahluk-mahluk halus ini sangat takut sama intel. Karena itu, kami sangat senang kalau malam ditungguin bapak-bapak intel, dijamin aman dari gangguan mahluk halus.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-108"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Walau pun mulai jam 2 pagi, peminatnya ternyata sangat banyak, apalagi isi siarannya sering melawan <em>mainstream </em>yang diberlakukan saat itu. Pendengar setia itu sebagian besar dari kalangan mahasiswa yang <em>doyan </em>begadang atau mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas dosen.</p>
<p style="text-align:justify;">Biar gak banyak basa-basi, saya kembali ke awal tulisan. Mengapa siaran Hari Jumat, tanggal 8 Januari 2010 begitu spesial ? Karena tamunya juga sangat spesial. Pertama, Sutriyono, Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi. Biasa saya panggil Mas Tris. Tapi yang ini beda dengan ”Mas Tris”, panggilan para kompasianer untuk Soetrisno Bahir dari PAN. Tamu lainnya adalah Pa Dadang, Kepala Bapeda Kota Bekasi. Saya memanggilnya Kang Dadang, karena satu kampung, sami-sami ti Pasundan.</p>
<div id="attachment_110" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/wow-bekasi1.jpg"><img class="size-medium wp-image-110" title="Wow-Bekasi1" src="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/wow-bekasi1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Jangan lupa, perkampungan kumuh masih banyak di Bekasi, seperti yang ada di belakang Pasar Proyek. Sebentar lagi mereka pun akan tergusur</p></div>
<p style="text-align:justify;">Diskusi berlangsung interaktif dan semakin seru ketika telepon dan SMS pendengar yang selalu haus akan informasi memenuhi <em>inbox</em> meja operator. Respon pendengar variatif. Ada yang hanya sekedar bertanya, mengkritik dan menyarankan, bahkan ada yang tausyiah segala lengkap dengan doa agar karir Mas Tri dan Kang Dadang terus menanjak. Maksudnya jangan terus menerus menjadi wakil rakyat, sekali-kali jadi walikota,  apa salahnya ?</p>
<p style="text-align:justify;">Dari kedua nara sumber ini saya banyak memperoleh informasi baru tentang Bekasi, terutama yang berkaitan dengan APBD 2010. Menurut Mas Tri, APBD Bekasi 2010 hampir Rp. 1,9 Trilyun.</p>
<p style="text-align:justify;">WOW&#8230;..Uang sebesar itu digunakan untuk apa ya ? Kumat nih penyakit pengamatnya yang selalu pingin tahu aja urusan orang. Ini lah bedanya pengamat dengan pejabat publik. Kalau pejabat ngomong yang baik-baik dan selalu normatif, sedangkan pengamat selalu mengambil sisi yang agak miring.</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak sekali program besar dilaksanakan pada tahun ini. Kang Dadang merinci diantaranya pembuatan jalur busway yang akan memenuhi koridor Kalimalang sampai Kampung Melayu. Mantabzzz, kalau bisa direalisasikan tahun ini. Di samping itu, rencana pembangunan Kantor Pemkot setinggi 10 lantai. Nah&#8230;yang ini harus ekstra pengamanan. Jangan sampai kantor Pemkot menjadi arena favorit bunuh diri yang sekarang ini lagi <em>trend</em> di Jakarta dengan cara melompat dari gedung tinggi.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain proyek mercu suar, beberapa program pro rakyat juga mengalami peningkatan, seperti rencana pembangunan pusat kuliner Bekasi yang didesain untuk kalangan UKM. Begitu pula dana untuk pendidikan gratis 12 tahun dan kesehatan gratis bagi rakyat miskin. Tapi ada satu hal yang mengganjal. Mengapa dana untuk 11 orang bisa mencapai Rp 10 M, sedangkan untuk rakyat miskin hanya di bawah 1 M ? Maksudnya untuk membiayai sepak bola jauh lebih besar ketimbang rakyat miskin. Yah&#8230;Sudah lah sepanjang ada manfaat bagi Bekasi, <em>why not </em>? Saya sendiri suka sekali menonton bola yang dikejar-kejar 20 orang. Apalagi kalau nonton tim dari Indoensia, suka banyak yang aneh-aneh. Sambil nonton bola, kita juga sering disuguhkan pertandingan tinju massal yang melibatkan pemain, penonton bahkan tim manajemennya.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitu besar dana pembangunan yang akan di-<em>gelontorkan</em> tahun ini. Mas Tri, dalam kapasitasnya sebagai wakil rakyat pun berkomitmen untuk mengawasi pelaksanaannya. Bahkan beliau sudah menyiapkan setumpuk obat ”<strong>antangin</strong>”, agar tidak mudah masuk angin ketika berhadapan dengan Pa Wali dan jajarannya. Komitmen yang perlu mendapat dukungan dari publik. Mengapa ? Karena APBD adalah uang rakyat yang harus digunakan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat. Rakyat punya hak &#8220;preogatif&#8221; untuk mengontrol penggunaan dana publik. Tul&#8217; gak ?</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi seorang teman berbisik kepada saya, bukankah Pa Wali, Pa Bupati dan juga Pa Wakil, Anggota DPRD, dan para birokrat, kalau ditanya, mereka ngakunya dari rakyat  juga. Maka wajar dong, kalau APBD dirancang  untuk mengakomodir kepentingan &#8220;rakyat&#8221;. Coba aja lihat di APBD, ada anggaran perjalanan, mobil dinas, komunikasi, rumah dan lain-lain. Itu semua digunakan untuk menunjang kegiatan dalam mengakomodir kepentingan rakyat. Yang gak ada hanya anggaran untuk ngeblog aja. </p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ya, betul sekali&#8221;, kata saya. Tapi yang penting bagaimana proporsinya. Kalau lebih besar ketimbang kepentingan rakyat, ya sudah lah jangan terlalu dipikirkan. <em>Gitu aja koq repot&#8230;.</em>demikian almarhum sering berkata-kata.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang jelas sebagai warga Bekasi umumnya, saya sangat menunggu-nunggu kekuatan magis sentuhan Pa Wali dan Pa Wakil beserta jajarannya, menyulap Bekasi yang <em>amburadul</em> seperti dua tahun yang lalu, menjadi kota yang nyaman, aman dan menyenangkan. Apa pun bentuk APBD-nya, yang penting rakyat <em>happy</em> dan semua kebutuhannya terpenuhi serta tidak berbau aroma korupsi. Karena rakyat bisa ngamuk. Tul, gak ? </p>
<p style="text-align:justify;">Salam BeBlog dari Kemang Pratama, 9/1/2010</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bangharsyid.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bangharsyid.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bangharsyid.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bangharsyid.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bangharsyid.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bangharsyid.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bangharsyid.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bangharsyid.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bangharsyid.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bangharsyid.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bangharsyid.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bangharsyid.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bangharsyid.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bangharsyid.wordpress.com/108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bangharsyid.wordpress.com&amp;blog=10314739&amp;post=108&amp;subd=bangharsyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangharsyid.wordpress.com/2010/01/09/wow-bekasi-punya-19-t/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e13f32634443d763bca29d4a677d6233?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kang Harun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/wow-bekasi.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Wow-Bekasi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/wow-bekasi1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Wow-Bekasi1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memanusiakan Sekolah</title>
		<link>http://bangharsyid.wordpress.com/2010/01/06/memanusiakan-sekolah/</link>
		<comments>http://bangharsyid.wordpress.com/2010/01/06/memanusiakan-sekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 04:30:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Harun Alrasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bekasi-ku]]></category>
		<category><![CDATA[bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangharsyid.wordpress.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[KEMANG PRATAMA, 7/1/2010- Ketika sedang mencari bahan-bahan refrerensi untuk makalah seminar dengan browsing di internet, saya buka explorer untuk menulis new folder sebagai ruang menyimpan file-file yang dibutuhkan. Tiba-tiba, mata saya tertuju pada sebuah sub-folder yang diberi nama “SEKOLAH BUTUT”.  Folder ini sudah ada sejak tahun 2004 dan isinya adalah gambar-gambar sekolah yang kondisinya tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bangharsyid.wordpress.com&amp;blog=10314739&amp;post=88&amp;subd=bangharsyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_89" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/sekolah-butut.jpg"><img class="size-medium wp-image-89" title="sekolah butut" src="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/sekolah-butut.jpg?w=300&#038;h=229" alt="" width="300" height="229" /></a><p class="wp-caption-text">Folder SEKOLAH BUTUT</p></div>
<p style="text-align:justify;">KEMANG PRATAMA, 7/1/2010- Ketika sedang mencari bahan-bahan refrerensi untuk makalah seminar dengan <em>browsing</em> di internet, saya buka explorer untuk menulis <em>new folder </em>sebagai ruang menyimpan file-file yang dibutuhkan. Tiba-tiba, mata saya tertuju pada sebuah sub-folder yang diberi nama “SEKOLAH BUTUT”.  Folder ini sudah ada sejak tahun 2004 dan isinya adalah gambar-gambar sekolah yang kondisinya tidak lebih baik dari rumah hewan peliharaan. (<em>Maaf kalau terlalu sarkasme</em>)</p>
<p style="text-align:justify;">Gambar sekolah tersebut saya <em>jepret</em> dari beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Bekasi.  Sebuah wilayah yang tidak terlalu jauh dari ibukota Jakarta.</p>
<p style="text-align:justify;">Melihat gambar-gambar ini, saya teringat sebuah kejadian yang tidak pernah akan saya lupakan. Suatu malam di tahun 2004,  HP  berdering kencang dan nomor yang <em>nongol</em> tidak saya kenal. Betapa kaget, ternyata yang menelepon adalah ajudan Bupati Bekasi yang saat itu dijabat oleh Saleh Manaf. Sang ajudan mengatakan bahwa Pa Saleh mengundang saya untuk berdiskusi tentang pembangunan Bekasi ke depan.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-88"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah bertemu dan berdiskusi panjang lebar, Pa Saleh miminta saya untuk menjadi bagian dari tim yang akan menyusun program masa depan Bekasi. Tanpa pikir panjang saya pun mengatakan ”ya”. Sebagai seorang peneliti tentunya ajakan langka tersebut harus disambut dengan berbangga hati. Apalagi yang meminta seorang bupati. Wow&#8230;tersanjung ke sepuluh. Sebagai langkah awal, saya minta izin untuk berkeliling agar memperoleh gambaran singkat tentang apa yang dibutuhkan masyarakat saat itu, kira-kira dalam istilah comdev disebut <em>needs assessment, </em>gitu lah !</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah berkeliling selama berminggu-minggu, akhirnya saya sodorkan usulan program yang diberi judul ”Rehabilitasi dan Revitalisasi Pendidikan Dasar”. Mengapa program pendidikan yang dipilih ? karena pendidikan yang baik adalah pintu masuk ke arah peradaban manusia. Tanpa pendidikan yang baik, omong kosong kita bisa bersaing dengan bangsa lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Program pendidikan tidak hanya perbaikan sarananya saja, tapi juga menyangkut sistem dan manajemen serta perbaikan kesejahteraan guru-gurunya. Karena sumber dana pemerintah daerah yang terbatas, maka diusulkan juga program ”Bapak Angkat Industri untuk Sekolah”.</p>
<p style="text-align:justify;">Kegiatan industri yang marak di Bekasi, semestinya tidak hanya sekedar menampung tenaga kerja saja, tapi juga memiliki nilai manfaat lain bagi masyarakat sekililingnya. Inilah yang dinamakan <em>corporate social reponsibility</em> (CSR). Industri dilibatkan untuk membantu sekolah-sekolah rusak yang berdampingan dengan kegiatan industri.</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai detik ini saya tidak tahu persis bagaimana kelanjutan program pendidikan yang digagas oleh Pa Saleh. Karena beliau sendiri tidak sempat melanjutkan karena diberhentikan jabatannya berdasarkan keputusan MK setelah dua tahun lebih mengabdi sebagai bupati. Apakah sekolah-sekolah tersebut sudah lebih baik atau tidak ? <em>I don’t know. </em></p>
<p style="text-align:justify;">Saya sendiri belum sempat  memonitor dan mengevaluasi lebih lanjut. Tentunya saya berharap, Kabupaten Bekasi di bawah kepemimpinan Pa Sa’adudin sebagai Bupati yang baru (<em>yang saya kenal juga sangat peduli dengan pendidikan, apalagi beliau seorang ustadz sekaligus mantan guru</em>), kondisinya jauh lebih baik dari yang terdahulu.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa gambar saya posting di bawah ini dengan maksud tidak untuk menjelek-jelekan sistem pendidikan kita. Tapi sebagai bahan intropeksi diri dan mudah-mudahan ada yang bisa dilakukan oleh para bloger, walaupun tidak banyak. Tapi yang penting telah berbuat.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Gambar Kondisi Pendidikan sekitar Tahun 2004</strong></p>
<div id="attachment_90" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/pebayuran.jpg"><img class="size-full wp-image-90 " title="pebayuran" src="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/pebayuran.jpg?w=600&#038;h=177" alt="" width="600" height="177" /></a><p class="wp-caption-text">Kondisi salah satu sekolah di Kec. Pebayuran tahun 2004</p></div>
<div id="attachment_91" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/cibitung.jpg"><img class="size-full wp-image-91" title="Cibitung" src="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/cibitung.jpg?w=600&#038;h=177" alt="" width="600" height="177" /></a><p class="wp-caption-text">Kondisi beberapa sekolah di Kec. Cibitung yang dikenal sebagai daerah industri tahun 2004</p></div>
<div id="attachment_93" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/cikarang1.jpg"><img class="size-full wp-image-93" title="Cikarang" src="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/cikarang1.jpg?w=600&#038;h=177" alt="" width="600" height="177" /></a><p class="wp-caption-text">Kondisi tahun 2004. Beberapa sekolah di wilayah Cikarang. Di sini banyak diangun industri bertaraf international.</p></div>
<div id="attachment_94" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/sekolah-rusak.jpg"><img class="size-full wp-image-94" title="Sekolah Rusak" src="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/sekolah-rusak.jpg?w=600&#038;h=177" alt="" width="600" height="177" /></a><p class="wp-caption-text">Ini bukan kolam ikan, tapi banjir di halamn sekolah. Mungkinkah akan dihasilkan generasi pintar dari sekolah seperti ini ?</p></div>
<div id="attachment_95" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/sekolah-bagus.jpg"><img class="size-full wp-image-95" title="Sekolah bagus" src="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/sekolah-bagus.jpg?w=600&#038;h=177" alt="" width="600" height="177" /></a><p class="wp-caption-text">tidak semua jelek, ada juga beberapa yang bagus. Tapi untuk sekolah, semuanya mesti bagus. Tul nggak ?</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bangharsyid.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bangharsyid.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bangharsyid.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bangharsyid.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bangharsyid.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bangharsyid.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bangharsyid.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bangharsyid.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bangharsyid.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bangharsyid.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bangharsyid.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bangharsyid.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bangharsyid.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bangharsyid.wordpress.com/88/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bangharsyid.wordpress.com&amp;blog=10314739&amp;post=88&amp;subd=bangharsyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangharsyid.wordpress.com/2010/01/06/memanusiakan-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e13f32634443d763bca29d4a677d6233?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kang Harun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/sekolah-butut.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sekolah butut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/pebayuran.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pebayuran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/cibitung.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Cibitung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/cikarang1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Cikarang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/sekolah-rusak.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Sekolah Rusak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/sekolah-bagus.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Sekolah bagus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wisata Kuliner yang Mak Nyuzzzz&#8230;.di Bekasi</title>
		<link>http://bangharsyid.wordpress.com/2010/01/04/wisata-kuliner-yang-mak-nyuzzzz-di-bekasi/</link>
		<comments>http://bangharsyid.wordpress.com/2010/01/04/wisata-kuliner-yang-mak-nyuzzzz-di-bekasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 12:59:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Harun Alrasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bekasi-ku]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner bekasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangharsyid.wordpress.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[BEKASI 3/1/2010- Dalam seluruh siklus kehidupan manusia, ada satu kegiatan yang tidak pernah terlewatkan. Apa itu ? Urusan makan. Dalam satu hari minimal ada satu jenis makanan yang masuk dalam perut kita. Bagi yang punya banyak uang, makan dalam sehari bisa berkali-kali dengan menu yang berbeda. Bekasi punya banyak tempat kuliner dengan menu yang berbeda-beda. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bangharsyid.wordpress.com&amp;blog=10314739&amp;post=77&amp;subd=bangharsyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_75" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/kuliner-gabus2.jpg"><img class="size-medium wp-image-75" title="kuliner-gabus2" src="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/kuliner-gabus2.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Makanan khas Bekasi</p></div>
<p style="text-align:justify;">BEKASI 3/1/2010- Dalam seluruh siklus kehidupan manusia, ada satu kegiatan yang tidak pernah terlewatkan. Apa itu ? Urusan makan. Dalam satu hari minimal ada satu jenis makanan yang masuk dalam perut kita. Bagi yang punya banyak uang, makan dalam sehari bisa berkali-kali dengan menu yang berbeda.</p>
<p style="text-align:justify;">Bekasi punya banyak tempat kuliner dengan menu yang berbeda-beda. Di mana tempat yang cocok untuk makan siang di Bekasi ? Ada beberapa tempat makan yang perlu anda ketahui dan menunya juga beragam. Pokoknya dijamin mak nyuzzzzz, tergantung berapa budget dalam dompet.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada beberapa tempat yang bisa dijadikan tempat kuliner. Salah satu yang bisa menjadi pilihan adalah rumah makan sepanjang Jalan Kemakmuran. Di sini tersebar berbagai ragam dan jenis rumah makan, mulai dari kelas emperan sampai kelas VIP ada di sini. Menemukan  Jalan Kemakmuran tidak lah sulit dan tidak terlalu jauh dari pusat kota Bekasi (sekitar Jalan Ahmada Yani). Umumnya makanan yang disajikan bukan masakan khas Bekasi.  </p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-77"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kalau mau makanan khas Bekasi, salah satunya boleh dicoba sayur gabus yang tidak akan ditemukan di daerah lain. Ikan gabus yang diracik menjadi menu masakan khas Bekasi hanya bisa hidup di rawa-rawa dan berkembang secara liar. Konon, sampai saat ini belum ada yang mampu  menternakkan sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Entah sampai kapan makanan khas Bekasi ini bisa bertahan. Rawa-rawa di Bekasi semakin lama semakin berkurang berganti wajah dengan mall atau perumahan. Mumpung masih ada, buruan mencicipi lezatnya makan dengan sayur gabus.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Wisata Kuliner Sepanjang Jalan Kemakmuran</strong></p>
<p style="text-align:justify;">WTS. Jangan berpikir seronok dulu. WTS singkatan dari Warung Tepi Sungai. Warung ini berada di ujung Jalan Kemamkmuran, pas pertigaan ke arah Polres (kanan) atau ke arah Kantor Walikota (kiri). Berbagai menu dapat dipilih secara bebas. Kalau siang, tempat ini dipenuhi oleh para karyawan yang akan melepaskan syahwatnya, maksudnyamakan siang.</p>
<p style="text-align:justify;">Di sekitar WTS, ada banyak warung makan, salah satunya yang menyediakan sate bagi yang berani mengambil risiko kolesterol. Sate dan sop kambing racikan H. Aan lumayan empuk. Harganya pun relatif murah. (lihat gambar di bawah).</p>
<div id="attachment_76" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/kuliner-wts.jpg"><img class="size-medium wp-image-76" title="Kuliner-WTS" src="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/kuliner-wts.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">WTS= Warung Tepi Sungai</p></div>
<p style="text-align:justify;">Bila anda ingin menikmati makanan khas sunda bisa jalan sekitar 200 meter dari WTS. Di sini tersedia berbagai pepes, mulai dari pepes ayam, ikan sampai teri. Lagi-lagi harganya pun relatif  terjangkau oleh rata-rata dompet rakyat Indonesia. (lihat gambar bawah)</p>
<div id="attachment_78" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/kuliner-sunda.jpg"><img class="size-medium wp-image-78" title="kuliner-sunda" src="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/kuliner-sunda.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Warung makan sunda. tidak ada plang. patokannya sebelan dengan toko pakaian</p></div>
<p style="text-align:justify;">Bila ada uang lebih boleh coba menu makanan gaya restoran. Di sepanjang Jalan Kemakmuran berbagai rumah makan tersebar. Mulai dari RM Wulansari, Marga Jaya sampai Ponyo. Umumnya ketiga rumah makan tersebut menyediakan saung-saung kecil dan tempat pertemuan yang bisa menampung orang banyak. Saya ke sini kalau ada <em>meeting</em> saja. Bukan apa-apa, karena bayarannya bisa dirembes ke kantor sebagai biaya <em>entertainment</em>. (lihat gambar di bawah).</p>
<div id="attachment_80" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/kuliner-kemakmuran1.jpg"><img class="size-full wp-image-80" title="kuliner-kemakmuran" src="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/kuliner-kemakmuran1.jpg?w=600&#038;h=177" alt="" width="600" height="177" /></a><p class="wp-caption-text">Beragam restoran dengan berbagai menu berbeda ada di sini</p></div>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sayur Gabus Khas Bekasi</strong></p>
<div id="attachment_81" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/kuliner-gabus4.jpg"><img class="size-medium wp-image-81" title="kuliner-gabus4" src="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/kuliner-gabus4.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Warung ini sudah ada sejak tahun 1950 an</p></div>
<p style="text-align:justify;">Nahh….kalau mau cari yang khas, boleh dicoba makan sayur gabus di Rumah Makan Lukman, Jalan Sudirman. Dari kantor Pemkot Bekasi tinggal belok kanan. Kurang lebih 300 meter terdapat tanda plang RM Sayur Gabus Lukman. Kalau menggunakan kendaraan tidak bisa langsung belok. Harus jalan dulu sekitar 100 meter, langsung putar balik.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain ikan gabus, juga tersedia pecak lele khas Bekasi. Yang membedakan dengan pecek lele Jawa Timur adalah bumbunya yang dominan kacang. Saya sulit mendeskripsikan menunya. Pokoknya patut dicoba. Makan pecak lele ditambah dengan petei akan semakin menambah selera makan kita. Kalau sudah dicoba, saya yakin akan ketagihan….pokoke mak nyuzzzzz.</p>
<p style="text-align:justify;">Harganya pun relatif murah. Makan 4 orang dengan menu macam-macam hanya keluar uang sebesar Rp. 120.000. Kalau mau makan di sini jangan terlalu siang. Jam 3 biasanya menu makanan sudah habis. (lihat gambar di bawah)</p>
<div id="attachment_82" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/kuliner_gabus1.jpg"><img class="size-full wp-image-82" title="kuliner_gabus1" src="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/kuliner_gabus1.jpg?w=600&#038;h=280" alt="" width="600" height="280" /></a><p class="wp-caption-text">Sayur gabus, Sayur kelapa (lupa namanya), petei, timun dan pecak lele...Mak Nyuzzzzzz</p></div>
<div id="attachment_84" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/kuliner-gabus31.jpg"><img class="size-full wp-image-84" title="kuliner-gabus3" src="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/kuliner-gabus31.jpg?w=600&#038;h=280" alt="" width="600" height="280" /></a><p class="wp-caption-text">KIRI: Bu Suhermas sang pemilik warung. TENGAH: lapar atau rakus ?. KIRI: Menu wajib abis makan....seppp...plusssss. Nikmat !!!</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bangharsyid.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bangharsyid.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bangharsyid.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bangharsyid.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bangharsyid.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bangharsyid.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bangharsyid.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bangharsyid.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bangharsyid.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bangharsyid.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bangharsyid.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bangharsyid.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bangharsyid.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bangharsyid.wordpress.com/77/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bangharsyid.wordpress.com&amp;blog=10314739&amp;post=77&amp;subd=bangharsyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangharsyid.wordpress.com/2010/01/04/wisata-kuliner-yang-mak-nyuzzzz-di-bekasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e13f32634443d763bca29d4a677d6233?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kang Harun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/kuliner-gabus2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kuliner-gabus2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/kuliner-wts.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Kuliner-WTS</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/kuliner-sunda.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kuliner-sunda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/kuliner-kemakmuran1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kuliner-kemakmuran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/kuliner-gabus4.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kuliner-gabus4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/kuliner_gabus1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kuliner_gabus1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/kuliner-gabus31.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kuliner-gabus3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yahudi (memang) hanya untuk Yahudi</title>
		<link>http://bangharsyid.wordpress.com/2010/01/03/yahudi-memang-hanya-untuk-yahudi/</link>
		<comments>http://bangharsyid.wordpress.com/2010/01/03/yahudi-memang-hanya-untuk-yahudi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jan 2010 23:04:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Harun Alrasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kompasiana]]></category>
		<category><![CDATA[dakta]]></category>
		<category><![CDATA[yahudi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangharsyid.wordpress.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[SUATU hari, ketika perjalanan pulang dari kantor menuju Bekasi, saya mendengar sebuah renungan yang disiarkan oleh Radio Dakta 107 FM tentang seorang Yahudi yang sedang menginap di sebuah hotel berbintang 5. Renungan yang dibawakan oleh ustad muda, Bagus Hernowo, sangat menyentuh hati saya. Ini lah yang mendorong saya menceritakan kembali renungan tersebut. Mudah-mudahan bisa menjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bangharsyid.wordpress.com&amp;blog=10314739&amp;post=72&amp;subd=bangharsyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/yahudiotukennet.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-73" title="yahudiotukennet" src="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/yahudiotukennet.jpg?w=300&#038;h=224" alt="www.otokun.net" width="300" height="224" /></a>SUATU hari, ketika perjalanan pulang dari kantor menuju Bekasi, saya mendengar sebuah renungan yang disiarkan oleh <a href="http://www.dakta.com">Radio Dakta 107 FM</a> tentang seorang Yahudi yang sedang menginap di sebuah hotel berbintang 5. Renungan yang dibawakan oleh ustad muda, Bagus Hernowo, sangat menyentuh hati saya. Ini lah yang mendorong saya menceritakan kembali renungan tersebut. Mudah-mudahan bisa menjadi pelajaran berharga bagi siapa pun. (Tulisan di bawah ini tidak persis sama dengan yang diucapkan oleh Ustad Bagus. Lebih banyak improvisasi dari <a href="http://www.kompasiana.com/mharunalrasyid">penulis</a>).</p>
<p style="text-align:justify;">Ustad Bagus menceritakan  kisah seorang Yahudi yang sedang diburu waktu untuk menghadiri sebuah pertemuan bisnis yang sangat  penting. Yahudi ini kemudian memanggil pegawai hotel agar dicarikan sebuah taksi. Dengan sigap pegawai hotel memanggil sebuah taksi yang paling baik pelayanannya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-72"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Ternyata orang Yahudi ini menolak taksi yang disodorkan kepadanya. “Carilah taksi yang lain, yang lebih baik dari yang ini”, katanya tanpa merinci taksi seperti apa. Kemudian pegawai hotel ini pun mencari taksi lain. Selang beberapa menit kemudian muncul taksi yang lebih baik dari yang pertama. Lagi-lagi orang Yahudi ini menolak taksi tersebut. Penolakan terus berlangsung sampai taksi yang kesembilan tanpa memberikan alasan yang jelas.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan perasaan jengkel dan putus asa, akhirnya pegawai hotel sembarangan mencegat taksi yang ada tanpa pilih-pilih lagi. Muncullah sebuah taksi yang selama ini diboikot oleh manajemen hotel karena dianggap sering mencurangi pelanggan dan kualitas pelayanannya pun sangat mengecewakan. Namun saking kesalnya terhadap orang Yahudi yang dianggap telah bermain-main dengannya, pegawai hotel ini mengabaikan larangan manajemen. Akhirnya taksi tersebut diminta masuk lobby hotel. “Rasain luh ! Gua kasih taksi abal-abal,” gumamnya dalam hati.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun tak disangka-sangka,  orang Yahudi ini justeru sangat berterima kasih karena telah menemukan taksi yang diinginkannya. Tentu saja pegawai hotel sangat terkejut menerima respon gembira dari tamunya. Padahal dia sudah siap-siap menerima sumpah serapah dan caci maki. Karena penasaran, ia pun bertanya:</p>
<p style="text-align:justify;">“Tuan, mengapa memilih taksi ini ? Padahal semua tamu hotel di kota kami menolak menggunakannya. Taksi ini sudah terkenal kecurangannya dan kualitas pelayanannya pun sangat rendah. Apa alasan tuan memilihnya ?” tanya pegawai hotel dengan penuh keheranan.</p>
<p style="text-align:justify;">”Saya tidak tahu siapa pemilik taksi sebelumnya. Namun taksi yang terakhir saya tahu persis pemiliknya adalah seorang Yahudi, walaupun saya tidak mengenalnya secara pribadi.” jawab orang Yahudi itu dengan <em>mantabz</em> (gak pake p saking gembiranya). Tanpa ragu-ragu ia masuk ke dalam taksi. Beberapa saat kemudian taksi itu pun melesat dengan cepat menembus kemacetan kota.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa yang bisa ditarik dari cerita ini ? Ternyata orang Yahudi sudah cukup lama memboikot produk bangsa di luar Yahudi. Seakan-akan mereka ingin memastikan bahwa tidak ada satu sen pun uang keluar untuk orang lain. Sejelek apa pun barang yang diproduksi bangsanya, mereka akan menggunakannya. Tidak peduli barang buatan bangsa lain jauh lebih bagus kualitasnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana dengan kita ? Kayaknya kita perlu intropeksi diri lebih dalam. Kenyataannya sangat berbeda jauh dengan cerita orang Yahudi tadi. Baru mewacanakan pemboikotan barang produk Yahudi dan kawan-kawannya saja, kita sudah ribut tidak kepalang tanggung. Ada yang mengatakan melanggar AFTA-lah, melanggar etika <em>international trading,</em> bahkan ada yang mengatakan melanggar nilai-nilai universal HAM. Padahal negara-negara Barat dan Israel sudah lama memboikot barang-barang produk kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin ada benarnya apa yang dikatakan oleh salah seorang staf khusus Presiden SBY yang mengatakan bahwa bangsa ini mengidap penyakit inferior yang akut, yaitu rendahnya rasa percaya diri ketika berhadapan dengan bangsa lain. Ketika mereka meminta emas di Papua, kita berikan. Batubara di Kalimantan kita berikan juga. Minyak dan sumber daya alam lainnya, tak terkecuali kita beri mereka dengan harga yang tidak sepadan. Tapi ketika kita minta dari mereka, jalan panjang dan terjal harus dilalui untuk memperolehnya. Dan, anehnya kita masih bangga karena dipercaya dapat barang yang tidak sepadan nilainya dengan pengorbanan yang telah diberikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa yang hilang dari negeri ini ? Mungkin jawabannya adalah kebanggan sebagai suatu bangsa. Sudah lama nilai-nilai budaya luhur hilang dari ingatan kolektif bangsa ini. Nilai-nilai ini kemudian digantikan oleh nilai-nilai global yang tercermin dari perilaku keseharian kita. Kebanggaan akan rasa nasionalisme semakin lama hilang.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin banyak diantara kita yang sudah lupa lirik dan syair lagu kebangsaan Indonesia Raya. Ketika televisi belum sebanyak sekarang, TVRI senantiasa mengudarakan lagu kebangsaan setiap saat. Saya pun baru ingat lagu kebangsaan ini kalau diundang oleh para aktivis mahasiswa. Sebelum acara, biasanya mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan khidmat. Mungkin ada baiknya kita pun belajar dari adik-adik mahasiswa tentang kebanggaan terhadap negeri. Jangan-jangan kita juga lupa sila-sila yang terdapat dalam Pancasila. Seandainya betul sudah lupa, maka jangan salahkan kalau banyak tragedi di negeri ini. Karena kita sudah lama melupakan warisan para pendiri dan pejuang bangsa.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirul kalam, tulisan ini tidak bermaksud untuk memprovokasi pembaca yang sangat benci dengan perlakuan Yahudi terhadap rakyat Palestina. Tapi tidak berarti dari orang yang kita benci, tidak ada pelajaran yang bisa kita tiru. Cerita orang Yahudi di atas, mengajarkan kepada kita untuk lebih menghargai dan menghormati karya negeri sendiri. Kita akan besar karena keikhlasan untuk saling membantu diantara satu bangsa bukan karena tergantung dari bangsa lain. Semoga ada manfaatnya.</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;">Dari Kemang Pratama Bekasi &#8211; 3/1/2010</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bangharsyid.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bangharsyid.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bangharsyid.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bangharsyid.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bangharsyid.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bangharsyid.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bangharsyid.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bangharsyid.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bangharsyid.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bangharsyid.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bangharsyid.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bangharsyid.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bangharsyid.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bangharsyid.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bangharsyid.wordpress.com&amp;blog=10314739&amp;post=72&amp;subd=bangharsyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangharsyid.wordpress.com/2010/01/03/yahudi-memang-hanya-untuk-yahudi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e13f32634443d763bca29d4a677d6233?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kang Harun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/yahudiotukennet.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">yahudiotukennet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ini Dia (Calon) Pemimpinku: AYU AZHARI</title>
		<link>http://bangharsyid.wordpress.com/2010/01/03/ini-dia-calon-pemimpinku-ayu-azhari/</link>
		<comments>http://bangharsyid.wordpress.com/2010/01/03/ini-dia-calon-pemimpinku-ayu-azhari/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jan 2010 06:26:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Harun Alrasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kompasiana]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada]]></category>
		<category><![CDATA[wakil bupati ayu azhari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangharsyid.wordpress.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[SUATU hari, seorang teman memposting sebuah tulisan dari sebuah media on line yang memberitakan artis Ayu Azhari mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati (Wabup). WOW….itulah reaksi awal ketika membacanya. Selama ini, Ayu Azhari lebih banyak dikenal sebagai artis yang kontroversial di beberapa filmnya. Bahkan beberapa kawan sekantor menyimpan foto Ayu Azhari yang berani “membuka” dirinya dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bangharsyid.wordpress.com&amp;blog=10314739&amp;post=68&amp;subd=bangharsyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_69" class="wp-caption alignleft" style="width: 295px"><a href="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/ayuebi_285.jpg"><img class="size-full wp-image-69" title="ayuebi_285" src="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/ayuebi_285.jpg?w=600" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Sang Calon Wakil Bupati</p></div>
<p style="text-align:justify;">SUATU hari, seorang teman memposting sebuah tulisan dari sebuah media on line yang memberitakan artis Ayu Azhari mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati (Wabup). WOW….itulah reaksi awal ketika membacanya. Selama ini, Ayu Azhari lebih banyak dikenal sebagai artis yang kontroversial di beberapa filmnya. Bahkan beberapa kawan sekantor menyimpan foto Ayu Azhari yang berani “membuka” dirinya dan tentu saja bajunya juga. Tidak sedikit gambarnya beredar di berbagai majalah dewasa dan dunia maya dengan pose yang “menantang” (entah itu asli atau rekayasa photoshop).</p>
<p style="text-align:justify;">Ayu Azhari bukan lah artis yang pertama terjun di dunia politik. Sebelumnya sudah banyak artis yang menjadi anggota DPR, dan Kepala Daerah, seperti Ajie Masaid, Dede Yusuf, Qomar, Rano Karno, dll. Fenomena artis politisi ini mulai marak pada era Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Langsung dan Pemilihan anggota Legislatif 2009, sebagian ada yang berhasil, tapi tidak sedikit pula yang gagal.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut pandangan saya yang a-politik, fenomena artis masuk gelanggang politik tidak  perlu diperdebatkan panjang lebar. Artis adalah sama saja dengan warga negara lainnya yang memiliki hak sebagaimana dijamin oleh UUD. Mereka mempunyai hak yang sama untuk memilih dan juga dipilih sebagai pemimpin.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-68"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Demokrasi mengajarkan siapapun yang terpilih dengan suara mayoritas berhak untuk menjadi pemimpin. Namun, perlu juga diingat bahwa kadangkala demokrasi menyimpan ironi yang bertolak belakang dengan kondisi ideal yang dicita-citakan. Ironi demokrasi, begitulah yang dikatakan Larry Diamond.</p>
<p style="text-align:justify;"> Bukankah Hitler juga terpilih secara meyakinkan walaupun melalui pemilu yang penuh dengan intriks dan intimidasi. Begitu pula Pa Harto, terpilih sebagai presiden dengan mengantongi suara mutlak anggota MPR yang dihasilkan melalui sebuah proses pemilu yang dinilai kalangan akademisi cacat secara demokrasi. Ini lah yang sering dikatakan sebagai kesalahan elektoral. Sepanjang rakyat yang memilih dan menghendakinya, siapa pun tidak berhak untuk menghalangi atau menggugat pilihan rakyat. <em>So what ?</em></p>
<div id="attachment_70" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/ayu_azhari_22-copy.jpg"><img class="size-medium wp-image-70" title="Ayu_Azhari_22 copy" src="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/ayu_azhari_22-copy.jpg?w=300&#038;h=202" alt="" width="300" height="202" /></a><p class="wp-caption-text">Mungkin gambar seperti ini yang akan dipasang dalam balihonya. Kalau dipasang di [inggir jalan dijamin akan banyak kecelakaan lalin</p></div>
<p style="text-align:justify;">Kembali ke Ayu Azhari. Keyakinan bahwa Ayu Azhari serius mencalonkan diri, baru yakin setelah sabtu pagi (26/12/2009) Metrotv menayangkan beritanya lengkap dengan formulir yang sudah ditandatangani. Tanggapan masyarakat pun beragam. Tapi, kalau disimak hampir sebagian besar menolak pencalonan Ayu Azhari.</p>
<p style="text-align:justify;">Risiko artis terjun ke dunia politik adalah diremehkan dan dilecehkan, bahkan dicurigai sebagai alih profesi karena sudah tidak lagi laku sebagai artis. Mungkin, gambaran seperti ini diperoleh dari maraknya infotainment yang sering mengumbar kehidupan artis yang kawin cerai, terlibat narkoba, perselingkuhan dll. Mungkin saya terlalu <em>generalis. </em>Masih banyak artis yang memiliki kemampuan intelektual sangat memadai dan gaya hidup yang religius, katakanlah seperti Dedi Mizwar, Nurul Arifin, dan Dyah ”Oneng” Pitaloka. Jadi, mengapa harus menilai seseorang sebelum ia berbuat ?</p>
<p style="text-align:justify;">Siapa tahu, ketika terpilih menjadi Wabup, Ayu Azhari mempunyai gagasan yang brilian tentang pembangunan Sukabumi yang lebih baik dari pada kader-kader partai. Tapi yang mengherankan, kenapa piktor (pikiran kotor) tidak bisa lepas dari maksud baik pencalonannya. Saya hanya membayangkan seandainya Ayu Azhari berkampanye di lapangan atau sedang pidato di Sidang Paripurna DPRD, sebagian besar mata (tentunya laki-laki), akan mempelototi tanpa berkedip. Seolah-olah ingin melepaskan semua yang melekat di badannya. Faktor positifnya, orang akan disiplin menghadiri suatu pertemuan, tidak ada lagi jam karet dan tidak akan meninggalkan ruangan sebelum selesai pidato.</p>
<p style="text-align:justify;">Persoalan Ayu Azhari mencalonkan diri, saya berpendapat memang tidak perlu dipersoalkan. Pertanyaan kemudian adalah, apakah memang tidak ada lagi kader di partai yang memiliki kemampuan kepemimpinan yang lebih baik ? Tidak kah ini sebagai penanda bahwa partai telah gagal dalam membina kader-kadernya untuk menjadi pemimpin atau menjadi <em>school of leadership  ?</em> Salah seorang Ketua Partai beralasan bahwa partainya tidak <em>ujug-ujug </em>mengangkat artis menjadi kader yang dicalonkan sebagai wakil rakyat atau kepala daerah. Partai memiliki program politik yang jelas untuk membina kader-kadernya menjadi pemimpin yang tangguh. <em>Apa iya ?</em></p>
<p style="text-align:justify;">Dunia politik bukan lah panggung pertunjukkan yang glamour atau hanya sekedar pemilihan seperti <em>idol-idolan</em> yang lagi marak di berbagai televisi. Mencetak seseorang menjadi tukang semir saja (<em>maaf, tidak bermaksud melecehkan suatu profesi tertentu</em>) membutuhkan pelatihan dan pengalaman berhari-hari. Apalagi mencetak seorang pemimpin yang akan menjadi nahkoda bagi rakyat yang jumlahnya jutaan, bukan lah proses yang <em>instant</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Siapa pun yang terlibat dalam dunia politik harus mampu menunjukkan komitmen yang tinggi dan berempati terhadap permasalahan yang dihadapi oleh rakyat. Calon-calon pemimpin yang berkomitmen hanya dapat diperoleh dari sebuah proses yang panjang, bukan hanya sekedar mengandalkan popularitas.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bangharsyid.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bangharsyid.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bangharsyid.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bangharsyid.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bangharsyid.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bangharsyid.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bangharsyid.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bangharsyid.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bangharsyid.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bangharsyid.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bangharsyid.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bangharsyid.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bangharsyid.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bangharsyid.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bangharsyid.wordpress.com&amp;blog=10314739&amp;post=68&amp;subd=bangharsyid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bangharsyid.wordpress.com/2010/01/03/ini-dia-calon-pemimpinku-ayu-azhari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e13f32634443d763bca29d4a677d6233?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kang Harun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/ayuebi_285.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ayuebi_285</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bangharsyid.files.wordpress.com/2010/01/ayu_azhari_22-copy.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Ayu_Azhari_22 copy</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
